Drama Terbesar Jelang Piala Dunia 2026: Ghana Pecat Pelatih 72 Hari Sebelum Kick Off
STUTTGART, iNews.id - Ghana resmi memecat Otto Addo sebagai pelatih kepala hanya 72 hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Keputusan itu muncul setelah Ghana menelan dua kekalahan beruntun di laga uji coba terakhir. Tim Black Stars dipermalukan Austria 1-5 pada pertandingan Jumat lalu, dan kemudian kalah 1-2 dari Jerman di MHPArena, Stuttgart, Senin (30/3).
Abdul Fatawu dari Leicester City sempat menyamakan kedudukan untuk Ghana pada menit ke-70, tetapi gol Deniz Undav memastikan kemenangan Jerman dan menjadi titik krusial bagi nasib Addo.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis GFA, mereka menegaskan keputusan pemecatan berlaku efektif segera.
“Ghana Football Association (GFA) telah berpisah dengan Kepala Pelatih tim nasional senior (Black Stars), Otto Addo, efektif segera. Asosiasi mengucapkan terima kasih atas kontribusi Otto Addo dan mendoakan kesuksesannya di masa depan. GFA akan mengumumkan arahan teknis baru untuk Black Stars dalam waktu dekat,” tulis GFA.
Emil Audero Buka Suara Usai Cremonese Dibungkam AC Milan, Soroti Mental dan Penyelesaian Akhir
Addo, yang pernah memperkuat Ghana dengan 15 caps antara 1999-2006, telah memimpin tim sejak 2024. Dia sebelumnya juga menukangi tim di Piala Dunia 2022 di Qatar. Pemecatan ini meninggalkan Ghana dalam posisi darurat mencari pelatih baru menjelang turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Selain menghadapi Inggris, Ghana juga dijadwalkan bertemu Panama pada 17 Juni dan Kroasia pada 27 Juni. Situasi ini menambah tekanan besar bagi tim Afrika tersebut.
Menurut jurnalis Ghana yang berbasis di Inggris, Rahman Osman, Addo diberitahu mengenai keputusan pemecatan setelah pertandingan melawan Jerman, usai pertemuan GFA Executive Council di hotel tim di Stuttgart.
Laporan menyebut Addo menerima keputusan itu dengan tenang dan hanya menanggapi dengan ucapan “terima kasih” sebelum kembali ke kamar hotelnya.
Langkah drastis GFA ini memicu spekulasi luas soal kesiapan Ghana menghadapi Piala Dunia 2026, sekaligus memberikan tekanan besar pada pengganti Otto Addo yang harus mempersiapkan tim dalam waktu singkat.










