Kapten Zulmi Gugur di Lebanon, Panglima TNI Jamin Hak Keluarga dan Kenaikan Pangkat
CIMAHI, iNews.id – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan penghormatan terakhir dengan menyambangi rumah duka almarhum Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Jalan Cikendal, Cipageran, Kota Cimahi, Rabu (1/4/2026).
Kapten Zulmi merupakan salah satu dari tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Didampingi istri, Jenderal Agus Subiyanto tiba tanpa pengawalan protokoler ketat dan langsung disambut oleh ayah serta istri almarhum. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut saat Panglima menyampaikan rasa duka mendalam atas kehilangan prajurit yang gugur akibat serangan di wilayah konflik tersebut.
Panglima TNI menegaskan bahwa negara akan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara dan misi internasional.
"Kami akan memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada prajurit yang gugur," kata Jenderal Agus.
Selain kenaikan pangkat, Panglima merinci sejumlah hak yang akan diterima ahli waris, di antaranya santunan Asabri Rp350 juta, beasiswa Pendidikan Rp30 juta untuk anak almarhum, dan hak finansial berupa gaji penuh serta tabungan hari tua.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kepastian jadwal kedatangan jenazah dari Lebanon. Perwakilan keluarga, Risman Efendi, menyebutkan bahwa almarhum dinyatakan gugur pada Senin (30/3/2026) dan saat ini jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk proses pemulangan.
"Informasinya akan diterbangkan dari Lebanon ke Jakarta, baru kemudian dibawa ke rumah duka di Cimahi. Kami berharap almarhum bisa secepatnya tiba di Indonesia," ujar Risman.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan karangan bunga duka cita telah memenuhi halaman rumah duka. Selain dari berbagai kesatuan TNI, tampak pula kiriman doa dari tokoh publik seperti Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kapten Zulmi Aditya Iskandar meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang kehilangan sosok penjaga perdamaian dunia di tanah Lebanon.










