Terungkap! Israel Desak AS Lancarkan Serangan Darat ke Iran Sebelum Negosiasi Damai

Terungkap! Israel Desak AS Lancarkan Serangan Darat ke Iran Sebelum Negosiasi Damai

Terkini | inews | Kamis, 2 April 2026 - 03:05
share

TEL AVIV, iNews.id - Israel dilaporkan mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melancarkan serangan darat singkat dan intensif terhadap Iran. Serangan itu bisa dilancarkan sebelum AS melakukan negosiasi damai dengan Iran.

Surat kabar israel Maariv melaporkan, Israel khawatir AS mungkin akan melakukan negosiasi dengan Iran sebelum benar-benar menghancurkan kemampuan militernya. Kondisi tersebut mendorong para pejabat Israel untuk mendesak pemerintahan Trump melakukan serangan darat.

“Operasi singkat dan intensif melibatkan pasukan darat,” demikian laporan Maariv, dikutip Kamis (2/4/2026).

Para pejabat Israel menilai, pernyataan Trump yang berubah-ubah tentang mengakhiri atau justru meningkatkan eskalasi konflik, mencerminkan keraguan tentang bagaimana kelanjutan perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin lalu mengatakan, perang telah melewati setengah perjalanan dalam pencapai tujuan, namun belum tentu dalam hal waktu.

Dalam wawancara dengan media AS Newsmax itu, Netanyahu juga mendesak Trump untuk melawan opini publik yang menentang perang.

Trump mengirim beragam sinyal tentang kemungkinan perundingan damai dengan Iran. Namun para pejabat Israel yakin Trump sedang mempertimbangkan dua opsi, yakni eskalasi atau negosiasi.

Salah satu opsi adalah melanjutkan perang dengan menargetkan infrastruktur energi Iran, termasuk Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak negara itu. Satu target lainnya adalah ladang gas South Pars yang telah menjadi target Israel sebelumnya.

Laporan Maariv juga mengungkap, serangan dapat berlangsung dalam hitungan hari hingga seminggu, bergantung pada tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran yakni hingga 6 April, untuk membuka kembali Selat Hormuz.

“Israel telah menjelaskan, mereka tidak akan mengerahkan pasukan darat ke Iran tapi akan sangat mendukung militer AS jika Washington memutuskan untuk melakukannya,” demikian laporan Maariv.

Opsi kedua, menegosiasikan kesepakatan yang membatasi kemampuan rudal dan nuklir Iran tanpa menghancurkan infrastruktur militer yang tersisa.

Beberapa sumber pejabat Israel mengatakan kepada Maariv, Netanyahu dan para penasihatnya lebih menyukai opsi pertama.

“Mencapai kesepakatan sekarang akan menjadi kemenangan nyata bagi Iran,” kata sumber tersebut, seraya menambahkan hal itu bisa membantu rezim Iran bertahan serta berpotensi mencakup pencabutan sanksi dan bantuan rekonstruksi.

Topik Menarik