Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Bermasalah, Situs FIFA Error, Antrean Mengular
NEW YORK, iNews.id – Penjualan tiket Piala Dunia 2026 bermasalah setelah sistem FIFA mengalami gangguan teknis saat fase terbaru dibuka. Banyak penggemar harus menghadapi antrean panjang hingga lebih dari 90 menit.
FIFA membuka fase penjualan terbaru pada Rabu (1/4/2026) pukul 11.00 waktu setempat. Namun, sejumlah pengguna justru diarahkan ke halaman antrean yang tidak sesuai.
Penggemar yang mencoba membeli tiket masuk ke sistem antrean bertajuk “penjualan pendukung kualifikasi akhir”. Hal ini menimbulkan kebingungan karena tidak semua pengguna termasuk dalam kategori tersebut.
FIFA tidak memberikan penjelasan rinci terkait kesalahan pengalihan tautan tersebut. Namun, sekitar tengah hari, mereka menyatakan sistem sudah kembali normal.
Meski begitu, masalah antrean panjang tetap terjadi. Pengguna yang masuk sejak awal masih belum bisa mengakses pembelian bahkan setelah 90 menit menunggu.
Harga dan Sistem Baru Picu Kritik
FIFA juga mengonfirmasi tidak semua tiket langsung dijual dalam fase ini. Tiket untuk 104 pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan dirilis secara bertahap.
Fase ini menjadi tahap kelima dalam penjualan tiket. Sebelumnya, FIFA sudah membuka beberapa tahap sejak September 2025, termasuk undian dan penjualan terbatas.
Untuk pertama kalinya, pembeli bisa memilih kursi secara spesifik, bukan hanya kategori tiket. Sistem ini disebut memberi fleksibilitas lebih bagi penonton.
Namun, FIFA juga menerapkan sistem harga dinamis. Harga tiket sebelumnya berkisar dari USD140 hingga USD8.680 atau sekitar Rp2,2 juta hingga Rp136,6 juta.
Kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat menilai harga dinamis membuat akses terhadap Piala Dunia semakin terbatas.
“Mekanisme harga dinamis sangat bertentangan dengan misi FIFA untuk membuat sepak bola lebih inklusif dan mudah diakses,” tulis 69 anggota Kongres dalam surat kepada Presiden FIFA, dikutip dari Washington Times, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, FIFA juga mengambil komisi 15 persen dari penjual dan pembeli di pasar penjualan ulang tiket. Hal ini kembali memicu kekhawatiran terkait tingginya biaya bagi penggemar.
Barcelona Siapkan Strategi Nekat Tanpa Lewandowski Demi Kejar Defisit 4 Gol Lawan Atletico
Di sisi lain, FIFA menyebut permintaan tiket sangat tinggi. Presiden FIFA Gianni Infantino mengklaim jumlah permintaan setara dengan 1.000 edisi Piala Dunia sekaligus.
“Ini unik. Ini luar biasa,” ujarnya.
Meski minat tinggi, kritik terkait harga dan sistem penjualan terus bermunculan. Situasi ini menambah tantangan bagi FIFA dalam menjaga aksesibilitas turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.










