Kondisi Terkini Manado usai Diguncang Gempa M 7,6, Warga Mulai Beraktivitas meski Trauma
MANADO, iNews.id – Aktivitas warga di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berangsur normal pasca-guncangan gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,6 yang melanda wilayah tersebut, Kamis (2/4/2026). Pantauan di lapangan menunjukkan geliat ekonomi dan lalu lintas mulai kembali seperti sedia kala.
Di Kota Manado, ruas jalan protokol terpantau mulai dipadati pengendara. Para pedagang yang berada di sekitar lokasi runtuhnya Gedung Hall B KONI Manado pun sudah kembali menggelar dagangannya meski diselimuti rasa khawatir.
Meski berada di dekat reruntuhan gedung, para penjual di kawasan KONI Manado memilih untuk tetap beraktivitas. Mereka mengaku harus kembali berjualan demi memenuhi kebutuhan ekonomi, walaupun rasa trauma masih membekas.
"Masih ada rasa takut sebenarnya, tapi kami harus tetap bekerja. Kami tetap waspada karena informasi masih ada gempa susulan walaupun skalanya lebih kecil," ujar salah satu warga, Feiby, di lokasi.
Lalu lintas di sejumlah jalan utama Kota Manado tidak lagi menunjukkan kekosongan. Para pengendara motor maupun mobil mulai beraktivitas normal, menandakan mobilitas masyarakat pasca-bencana mulai pulih.
Data terbaru mencatat satu orang penjaga kantin dilaporkan meninggal dunia akibat guncangan gempa M7,6 ini. Selain itu, Gedung Hall B KONI Manado menjadi salah satu titik kerusakan paling parah.
Kepala BPBD Sulut, Adolf Tamengkel, meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Pihaknya terus memantau potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
"Warga diminta tetap waspada dan pastikan bangunan yang ditempati masih kokoh. Kami terus melakukan pendataan dan pengawasan di titik-titik rawan," kata Adolf.










