Hutama Karya Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Akhir 2026

Hutama Karya Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Akhir 2026

Ekonomi | inews | Sabtu, 4 April 2026 - 01:06
share

JAKARTA, iNews.id - PT Hutama Karya (Persero) menargetkan proses penggabungan atau merger BUMN Karya selesai pada akhir 2026 mendatang. Proyeksi rampungnya merger perusahaan pelat merah konstruksi ini menjawab pernyataan Danantara terkait sulitnya merger terlaksana pada akhir tahun lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menerangkan perihal rangkaian merger, di mana saat ini masih menunggu selesainya restrukturasi keuangan para entitas BUMN Karya. 

Perkiraan konsolidasi keuangan yang dicanangkan Danantara pada kuartal I 2026 juga meleset lantaran proses restrukturisasi.

“Secara timeline kemungkinan restrukturisasi ini bisa kami harapkan selesai sekitar pertengahan tahun, sehingga mulai pertengahan tahun proses integrasinya dimulai dan diharapkan selesai di akhir tahun,” ujar Hamdani dalam media briefing di Jakarta dikutip, Jumat (3/4/2026).

Hamdani menekankan sudah ada Project Management Office (PMO) yang dibentuk untuk mendukung proses merger pada akhir semester II 2026. Adanya PMO tersebut, Hutama Karya dan entitas holding lainnya bakal mensinkronisasi sejumlah aspek. Mulai dari sistem perusahaan, operasional hingga sumber daya manusia.

Hamdani tak menafikan isu soal kondisi keuangan BUMN karya yang masih menjadi penghambat merger. Oleh karena itu, pemerintah berfokus kepada restrukturisasi keuangan, sebelum akhirnya penyatuan entitas bisnis dalam satu grup.

"Merestrukturasi mereka dulu, begitu laporan atau buku keuangannya itu sudah membaik, baru mereka akan diintegrasi ke kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menjelaskan bahwa merger atau proses penggabungan perusahaan pelat merah di sektor konstruksi atau BUMN karya batal rampung tahun ini. Ditargetkan, merger selesai pada kuartal I 2026.

Saat ini pemerintah tengah memfinalisasi skenario terbaik untuk mengkonsolidasikan sekaligus menyehatkan kondisi keuangan perusahaan-perusahaan tersebut sebelum akhirnya dilebur.

"Kita tahu problem di karya banyak sekali ya, termasuk tadi restrukturisasi dari utang dulu. Jadi problem keuangan mereka cukup dalam di karya ini. Kita harus transparan juga untuk publik, ini kita perbaiki dulu, kita lakukan restrukturisasi, termasuk kita lakukan lagi evaluasi dari nilai aset, setelah itu kita lakukan merger dengan skenario terbaik," katanya.

Topik Menarik