Kalah di Bernabeu, Arbeloa Kirim Peringatan: Real Madrid Bisa Menang di Munich
MADRID, iNews.id - Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa menegaskan timnya masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan meski kalah 1-2 dari Bayern Munchen pada leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB. Dia percaya timnya mampu menang di Munich.
Kekalahan di Santiago Bernabeu menjadi hasil yang tidak diharapkan. Dalam pertandingan tersebut, Bayern Munchen mencetak gol lewat Luis Diaz pada menit ke-41 dan Harry Kane pada menit ke-46. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas melalui Kylian Mbappe pada menit ke-74.
Hasil ini membuat Real Madrid harus mengejar ketertinggalan pada leg kedua di Allianz Arena. Laga tersebut akan menentukan langkah mereka menuju semifinal untuk menghadapi pemenang antara Paris Saint-Germain dan Liverpool.
Arbeloa menilai kekalahan tersebut sebenarnya bisa dihindari jika timnya tampil lebih rapi. Dia menyebut kesalahan sendiri menjadi faktor utama yang dimanfaatkan lawan.
Enggan Terobsesi Rekor Valentino Rossi, Marc Marquez Pilih Fokus Nikmati Sisa Karier di MotoGP
"Saya pikir ini adalah kekalahan yang sebenarnya bisa kami hindari jika sedikit lebih beruntung. Kami membuat dua kesalahan yang seharusnya tidak terjadi, dan melawan tim seperti ini, Anda akan membayar mahal untuk kesalahan tersebut," kata Arbeloa dikutip dari laman UEFA.
Dia juga menunjukkan keyakinan penuh terhadap kemampuan Real Madrid untuk bangkit di leg kedua.
"Jika ada satu tim yang mampu menang di Munich, itu adalah Real Madrid. Kami adalah Real Madrid, dan kami tahu betapa sulitnya menang di sana, tetapi kami akan melakukan yang terbaik," ujarnya.
Sorotan Kesalahan dan Kondisi Skuad
Arbeloa menjelaskan gol-gol yang terjadi berawal dari kesalahan timnya sendiri, terutama saat kehilangan bola.
"Semua gol terjadi karena kesalahan, secara umum. Saat mencoba membangun serangan, Anda harus siap melakukan tekanan cepat jika kehilangan bola. Jika tidak, hal seperti yang terjadi pada kami akan terulang; kami tidak memiliki cukup pemain untuk menutup kesalahan tersebut, dan itu berujung pada dua gol," tuturnya.
Dia juga menyoroti absennya Aurelien Tchouameni pada leg kedua akibat kartu kuning. Meski menjadi kehilangan besar, dia tetap percaya pada pemain pengganti.
Hasil Race F1 GP Australia 2026: George Russell Menang, Ferrari Merana Akibat Blunder Strategi
"Itu adalah kehilangan besar karena kartu yang diberikan wasit kepadanya, tetapi kami percaya pada pemain pengganti," ucapnya.
Selain itu, Arbeloa mempertanyakan keputusan wasit terkait insiden pelanggaran terhadap Mbappe.
"Saya juga tidak mengerti mengapa pemain Bayern Munich (Jonathan Tah) tidak mendapat kartu merah atas pelanggaran yang dia lakukan terhadap Mbappe. Keputusan seperti ini sulit dipahami," ungkapnya.
Meski menghadapi situasi sulit, Arbeloa tetap optimistis menatap leg kedua. Dia percaya semangat pemain menjadi kunci kebangkitan tim.
"Saya mengandalkan para pemain untuk leg kedua. Saya mengagumi ambisi dan tekad mereka untuk tidak kalah. Saya sangat yakin dengan kemampuan kami untuk pergi ke Jerman dan menang," kata dia.
Di sisi lain, Arbeloa juga menjelaskan kondisi Jude Bellingham yang belum menjadi starter sejak kembali dari cedera. Dia memilih menurunkan sang pemain secara bertahap.
"Bukan berarti saya tidak ingin memainkan Jude, hanya saja dia sudah lama tidak bermain," ucapnya.
Dia menilai Bellingham tetap memiliki peran penting dalam tim, terutama untuk laga penentuan di Munich.
"Saya tidak ragu dengan kepercayaan saya kepadanya. Masuk akal untuk mengembalikannya secara bertahap. Kami membutuhkan pemain seperti dia yang bisa menggiring bola dan melewati lawan. Dia memiliki karakter kuat, dan saya melihat dia terus berkembang; dia akan menjadi aset besar bagi kami di Munich."
Dalam laga tersebut, Bellingham masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-62 menggantikan Thiago Petarch. Kini, Real Madrid bersiap menghadapi laga penentuan di Allianz Arena dengan target membalikkan keadaan.










