Stok Vaksin MR Nasional 9,8 Juta Dosis, Cukup untuk Vaksinasi Campak Dewasa
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memastikan stok vaksin Measles-Rubella (MR) nasional dalam kondisi aman setelah izin vaksin campak untuk kelompok usia dewasa resmi diterbitkan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut stok saat ini mencapai 9,8 juta dosis.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mendukung program vaksinasi prioritas bagi tenaga kesehatan. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes L Rizka Andalusia mengatakan vaksinasi dewasa akan difokuskan pada kelompok berisiko tinggi, terutama tenaga kesehatan yang menangani pasien secara langsung.
“Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” kata Rizka saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (08/04).
Dia menjelaskan, program vaksinasi akan menyasar 39.212 tenaga medis serta 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan vaksin bagi 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship. Dengan demikian total kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa diperkirakan sekitar 290 ribu dosis.
Rizka memastikan stok vaksin nasional sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurutnya, pemerintah memiliki sistem pemantauan distribusi vaksin yang memungkinkan pengawasan stok secara real-time di seluruh daerah.
“Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak. Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,” ujar Rizka.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan izin perluasan indikasi vaksin campak untuk orang dewasa telah melalui proses evaluasi ilmiah yang ketat.
“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat,” kata Taruna.
BPOM memberikan izin perluasan indikasi untuk beberapa jenis vaksin campak yang sudah digunakan di Indonesia. Di antaranya vaksin MR, MMR, serta vaksin campak tunggal produksi Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), dan Merck Sharp Dohme (MSD).
Selain vaksinasi dewasa, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tetap melengkapi imunisasi dasar anak sesuai jadwal. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 18 bulan, serta booster saat anak duduk di bangku sekolah dasar.
Kemenkes berharap masyarakat tidak menunda imunisasi anak agar risiko penyebaran campak dapat ditekan lebih cepat.








