Prabowo Cerita Asal Usul Pencak Silat Sempat Dianggap Olahraga Kampung, Ternyata karena Ini
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menceritakan, pencak silat pernah dipandang sebagai olahraga kampung. Pasalnya, olahraga tersebut sempat dilarang dimainkan di kota-kota oleh penjajah di masa lalu.
“Waktu itu pencak silat dilarang, tidak boleh belajar pencak silat, akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita, malam-malam ya, di bukit-bukit, di gunung-gunung, di surau-surau kan begitu,” kata Prabowo di Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Larangan tersebut membuat praktik pencak silat berpindah ke desa-desa dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kondisi inilah yang kemudian membentuk stigma di masyarakat.
“Makanya pencak silat itu sempat dianggap olahraga kampung, karena (oleh) penjajah di kota dilarang,” ujarnya.
Prabowo kemudian menuturkan, para guru silat pada masa itu tetap berupaya menjaga dan mewariskan ilmu bela diri ini kepada generasi berikutnya, meskipun pembelajaran harus dilakukan secara tertutup.
“Jadi yang belajar pencak silat ya cari desa, cari kampung, cari gunung latihannya diam-diam, ilmunya diam-diam, banyak ilmu yang nggak boleh dilihat, benar kan? Macam-macam itu,” katanya.
Meski sempat mengalami tekanan, pencak silat tetap bertahan sebagai warisan budaya dan bagian dari jati diri bangsa Indonesia hingga kini.
Sebelumnya diberitakan, Prabowo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum PB IPSI setelah 34 tahun mengabdi di dunia silat. Prabowo menyampaikan, hari itu menjadi momen penuh kebanggaan sekaligus kehormatan dalam perjalanan panjangnya di pencak silat.
"Hari ini, adalah bagi saya hari penuh kebanggan dan kebahagiaan juga penuh kehormatan karena kalau dihitung hari ini bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun. Kalau tidak salah sebagai Waketum 4 periode, kemudian sebagai ketum 5 periode," ujar Prabowo.
Namun, Prabowo menyatakan tidak dapat melanjutkan jabatannya karena tanggung jawab besar sebagai Presiden Republik Indonesia yang menyita waktu dan perhatian.
"Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketum PB IPSI," katanya.










