Roy Suryo Cs Demo Ijazah Jokowi di DPR, Razman: Ruang Gerak Mereka Makin Sempit
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution merespons demonstrasi yang berdemonstrasi terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPR, Jakarta. Dia menilai ruang gerak Roy Suryo cs dalam perkara tersebut menyempit.
Razman mengatakan hal itu kemudian diluapkan lewat demonstrasi di ruang publik.
"Kalau saya boleh jujur katakan bahwa teman-teman kita dari Roy dan kawan-kawan, sebenarnya ruangnya makin sempit, dan apabila mereka ingin membuktikan kepada publik bahwa posisi hari ini kesempitan itu maka diluapkan oleh sebauh kebersamaan di Gedung DPR yang massanya tidak seberapa," ujar Razman dalam program Interupsi bertajuk 'Rismon Bebas, Nasib Roy Cs?' di iNews, Kamis (16/4/2026).
Dia menuding Roy Suryo cs berupaya menyuarakan narasi baru dalam demo tersebut. Sebab, dia menilai langkah mereka di polemik ijazah Jokowi telah tertatih-tatih.
"Mereka menyampaikan bagaimana Pak Jokowi ini, maaf ya, mereka bukan saja lagi bicara tentang ijazah, tapi sudah bicara tentang kasus-kasus yang lain. Contoh tangkap, adili Jokowi, dan lain sebagainya. Gak ada hubungannya dengan ijazah," tutur dia.
"Mereka ini mencoba membangun satu narasi baru bahwa kalau masalah ijazah mereka mulai tersudut, buka narasi baru. Sehingga mencari kawan untuk jadi bertempur baru," imbuh Razman.
Sebelumnya, Roy Suryo cs berdemonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Dia menuntut Jokowi menunjukkan ijazahnya ke publik.
Berdasarkan pantauan, Roy Suryo datang bersama puluhan orang lain sekitra pukul 14.40 WIB. Rombongan Roy Suryo cs datanga dari arah Flyover Gerbang Pemuda.
Tampak Roy Suryo berdiri di atas mobil komando. Dia juga menyuarakan orasi.
Dia berbicara menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando. Di sampingya berdiri para pengacaranya.
Tak hanya Roy Suryo, sejumlah purnawirawan jenderal TNI ikut serta dalam aksi tersebut, salah satunya Mayjen TNI (Purn) Soenarko.
Sementara itu, massa membawa sejumlah spanduk dan poster bernada tuntutan agar Jokowi ditangkap dan diadili.










