Serangan Balasan Hizbullah Menggila, Israel Balik Hantam Lebanon

Serangan Balasan Hizbullah Menggila, Israel Balik Hantam Lebanon

Terkini | inews | Kamis, 16 April 2026 - 15:27
share

BEIRUT, iNews.id – Hizbullah kembali melancarkan serangan ke wilayah Israel menggunakan roket dan drone dalam eskalasi terbaru konflik kawasan.

Serangan tersebut menargetkan sejumlah posisi militer Israel, termasuk barak tentara di wilayah Kir Yatsmona dan kawasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Belasan roket dilaporkan diluncurkan ke markas militer Israel sebagai bagian dari serangan balasan atas operasi militer Israel di Lebanon.

Selain roket, Hizbullah juga mengerahkan drone bersenjata yang mampu menembus sistem pertahanan udara dan menyerang beberapa titik di wilayah utara Israel.

Rekaman video yang beredar menunjukkan drone tersebut menyerang area permukiman di Nahari, wilayah Palestina utara yang berada di bawah kontrol Israel.


Serangan Balasan Israel Hantam Lebanon

Di sisi lain, militer Israel juga melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon sebagai respons. Serangan drone Israel menghantam dua kendaraan warga sipil hingga hancur dan terbakar. Insiden tersebut terekam oleh warga yang melintas di lokasi kejadian.

Belum ada data resmi terkait jumlah korban dalam serangan tersebut.

Tidak hanya itu, serangan udara Israel juga dilaporkan merusak fasilitas rumah sakit di Lebanon selatan.

Kerusakan terlihat pada bagian dalam gedung, termasuk alat medis dan kendaraan yang hancur akibat serangan.

Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan seorang individu yang disebut sebagai anggota Hizbullah yang berada di sekitar lokasi.

Militer Israel bahkan merilis rekaman yang menunjukkan seorang pria tewas akibat serangan drone di wilayah tersebut.

Konflik antara Israel dan Hizbullah terus berlanjut tanpa tanda mereda, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan.

Di tengah situasi ini, upaya diplomasi tetap berjalan. Amerika Serikat menjadi tuan rumah perundingan antara Israel dan Lebanon.

Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan kedua negara untuk membahas kemungkinan solusi jangka panjang. Meski diskusi berlangsung positif, belum ada kesepakatan konkret untuk menghentikan konflik.

Topik Menarik