Netanyahu Perintahkan Pasukan Israel Bertahan di Lebanon meski Gencatan Senjata Berlaku

Netanyahu Perintahkan Pasukan Israel Bertahan di Lebanon meski Gencatan Senjata Berlaku

Terkini | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 03:02
share

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukannya tetap berada di Lebanon Selatan meski negaranya sudah menyepakati gencatan senjata.

Netanyahu mengatakan pasukan Israel tetap berada di posisi mereka meski gencatan senjata mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026) dini hari waktu setempat.

Sebelulumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon setelah dia berbicara dengan Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

"Trump meminta ini (gencatan senjata), dan kami memiliki kepentingan dalam hubungan dengan Amerika Serikat. Kami akan tetap berada di Lebanon, di posisi kami sekarang," kata Netanyahu, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi pemerintah, KAN.

Netanyahu memutuskan untuk menerima gencatan senjata dengan Lebanon tanpa persetujuan dari kabinet. Namun sehari sebelumnya, kabinet keamanan Israel menyatakan tidak akan menerima gencatan senjata dengan Lebanon.

Trump mengumumkan gencatan senjata Lebanon dan Israel melalui akun Truth Social, Kamis (16/4/2026), menandai jeda konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang tersebut.

Gencatan senjata mulai berlaku Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 Waktu AS Bagian Timur atau Jumat (17/4/2026) pukul 06.00 WIB

Trump mengatakan telah melakukan percakapan sangat baik dengan Netanyahu maupun Aoun. Dia juga memerintahkan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, dan pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua negara tersebut guna mencapai perdamaian yang abadi.

"Kedua pihak ingin menyaksikan perdamaian, dan saya yakin itu akan terjadi, dengan cepat," tulis Trump.

Topik Menarik