55.000 Calon Jemaah Haji Lulusan SD, Dahnil Minta Para Petugas Siap Mental
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan petugas haji agar menyiapkan mental sebelum bertugas di Tanah Suci. Pasalnya, tugas melayani jemaah tidak mudah karena sebagian besar calon jemaah berasal dari latar belakang sederhana, termasuk lulusan sekolah dasar (SD).
Selain itu, mayoritas jemaah masuk kelompok rentan lantaran memiliki penyakit risiko tinggi.
"Sebagian besar jemaah kita itu 55.000 orang jemaah kita itu hanya lulusan SD. 56.000 lagi itu hanya lulusan SMP dan SMA," kata Danhil saat memberi arahan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, jika dihitung, dari 203.000 calon jemaah, sebanyak 177.000 di antaranya merupakan kelompok rentan atau berisiko.
"Bahkan 25 persen jemaah kita itu adalah orang-orang yang sepuh, orang-orang yang tua," katanya.
Melihat kondisi tersebut, Dahnil meminta petugas bekerja maksimal dan tidak mengkhianati harapan jemaah. Dia juga mengingatkan agar seluruh petugas tetap kompak dan mengikuti arahan pimpinan selama bertugas di Tanah Suci.
"Oleh sebab itu, jangan mengkhianati harapan mereka untuk bisa menunaikan naik haji dengan baik. Mari kita tunaikan pelayanan kita semaksimal mungkin dengan kondisi jemaah yang saya jelaskan tadi," katanya.
Dahnil pun menekankan agar para petugas dapat menyiapkan mental sebelum bertugas. Terlebih mereka akan bertugas cukup lama.
"Rata-rata lama tinggal Anda di Saudi Arabia atau di Tanah Suci, baik itu Madinah, baik itu Makkah secara keseluruhannya bisa mencapai 70 hari," ujarnya.
Dia mengingatkan, lamanya waktu bertugas menjadi tantangan tersendiri karena petugas harus meninggalkan keluarga. Karena itu, Dahnil meminta petugas tidak hanya siap fisik, tetapi juga mental. "Oleh sebab itu, persiapan mental, mengelola mental itu hal yang penting," ucapnya.










