Tokoh Lintas Agama: Polemik Ceramah JK Tak Perlu Dibawa ke Jalur Hukum, Dialog Lebih Bijak

Tokoh Lintas Agama: Polemik Ceramah JK Tak Perlu Dibawa ke Jalur Hukum, Dialog Lebih Bijak

Terkini | inews | Sabtu, 18 April 2026 - 16:55
share

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah tokoh lintas agama mendorong penyelesaian polemik pernyataan mati syahid yang disampaikan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) melalui dialog. Polemik itu seharusnya bukan diselesaikan melalui jalur hukum.

Pendeta Shephard Supit dari Himpunan Warga Gereja Indonesia (HAGAI) mengatakan, ajaran Kekristenan tidak mendorong umatnya membawa persoalan ke ranah hukum. Sebaliknya, penyelesaian melalui dialog dan pendekatan damai lebih diutamakan.

“Kalau ada sesuatu yang dianggap tidak cocok itu biasanya kita memanggil dengan empat mata. Kami selalu mengedepankan dialog,” ujar Supit saat konferensi pers bersama sejumlah tokoh lintas agama di Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).

Dalam perspektif iman Kristiani, kata dia, konsep penodaan agama masih bersifat relatif dan belum memiliki batasan yang tegas.

“Di dalam Kristiani itu istilah penodaan agama itu memang masih menjadi satu perdebatan juga. Apa itu penodaan agama? Kapan itu terjadi dan bagaimana ukurannya?” ujar Supit.

Dia menjelaskan, berbagai perbedaan pandangan teologis kerap muncul. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai penodaan agama.

“Kalau itu dianggap penodaan agama akan sangat banyak yang terlapor. Itu sebabnya kalau saya boleh simpulkan, dari sisi iman Kristiani bahwa memang penodaan agama itu masih sangat relatif sekali,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Kristen Indonesia (KAPKI), Imanuel Ebenhaezer Lubis mengimbau agar polemik ini tidak langsung dibawa ke proses hukum.

“Jika ditampar pipi kananmu kasihlah pipi kirimu. Kami tidak pernah mengajarkan membalas kejahatan dengan kejahatan,” ujarnya.

Dia menyarankan pihak-pihak yang merasa keberatan atas pernyataan JK untuk mengedepankan dialog.

“Sebaiknya isu-isu yang seperti ini ajaklah berdialog beliau. Cara itu lebih wise, lebih berhikmat. Ajaklah berbicara jangan dulu melaporkan,” kata Imanuel.

Diketahui, konferensi pers tersebut dihadiri oleh sejumlah organisasi lintas elemen, yakni Kesatuan Aksi Pemuda Kristen Indonesia (KAPKI), Perkumpulan Gereja-Gereja di Jakarta (PGGJ), Perkumpulan Generasi Penerus Bangsa (GPB), Himpunan Warga Gereja Indonesia (HAGAI), serta Perhimpunan Advokat Tri Brata Indonesia.

Sebelumnya, pernyataan Jusuf Kalla terkait mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

Topik Menarik