JK soal Polemik Mati Syahid: Saya Ceramah di Masjid, Istilah Martir Jemaah Tak Tahu

JK soal Polemik Mati Syahid: Saya Ceramah di Masjid, Istilah Martir Jemaah Tak Tahu

Terkini | inews | Sabtu, 18 April 2026 - 18:16
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menjelaskan pernyataan mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menuai polemik hingga berujung pelaporan. Dia menegaskan memilih istilah mati syahid karena berceramah di hadapan jemaah masjid.

"Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jemaah tidak tahu," kata JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Dia menerangkan, ceramah yang dilakukannya di Masjid UGM dilakukan karena diundang sebagai narasumber dalam momen bulan suci Ramadan 2026. Ceramah itu bertema perdamaian.

"Jadi, saya ingin jelaskan tentang di UGM itu, acara di UGM itu, acara ceramah bulan puasa dilakukan di masjid, saya diundang datang karena temanya perdamaian. Saya jelaskan tentang perdamaian, perdamaian adalah akhir dari konflik, apa itu konflik, akhir dari perdamaian. Kemudian mulai konflik dunia ini, konflik di Eropa, perang dunia pertama saya uraikan," paparnya.

Dalam ceramahnya itu, dia mengungkapkan tentang konflik dan contohnya, seperti di Eropa, perang dunia, hingga peristiwa yang terjadi di Indonesia.

"Dan bagaimana konflik di Indonesia, ada konflik karena ideologi di Madiun, ada konflik karena wilayah sepeti Timor Timur, konflik ekonomi seperti di Aceh, saya jelaskan satu per satu. Kemudian 1 menit saja saya bicarakan konflik karena agama," tutur dia.

Dia mencontohkan konflik di Indonesia, misalnya di Poso. Konflik itu terjadi salah satunya karena faktor isu agama, khususnya tentang syahid dan martir dalam agama Islam dan Kristen.

Dia lantas menggunakan diksi mati syahid karena berceramah di hadapan jemaah masjid yang tidak mengerti istilah martir.

"Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama? Saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, (jemaah) tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya," ungkapnya.

Diketahui, pernyataan Jusuf Kalla terkait mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

Topik Menarik