Pemulihan Bencana Sumatra: 2.277 Jalan Bisa Dilalui, 792 Jembatan Beroperasi Normal
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan penanganan bencana di Pulau Sumatra. Mayoritas infrastruktur termasuk jalan dan jembatan kini telah kembali berfungsi dan mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Berdasarkan data, pada jaringan jalan daerah, dari total 2.421 ruas jalan terdampak, sebanyak 2.277 ruas jalan atau setara 94 persen telah kembali dapat dilalui. Sementara itu, 792 jembatan dari total 1.181 unit atau 67 persen telah kembali beroperasi.
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan, kondisi jalan dan jembatan nasional di wilayah terdampak secara umum tidak mengalami kendala berarti.
“Kalau jalan dan jembatan nasional tidak ada masalah. Memang ada longsor, tapi dalam hitungan kurang dari 24 jam sudah bisa kita bereskan,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Minggu (19/4/2026).
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus kepada sejumlah wilayah yang masih terdampak berat, khususnya di Provinsi aceh yang menghadapi tantangan berupa tingginya curah hujan dan timbunan material lumpur di wilayah hilir.
“Progres di Aceh, masalah utamanya sebenarnya lumpur dan hari ini pun masih hujan. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan harus dipercepat,” ujar Dody.
Sebagai langkah antisipasi bencana lanjutan, Kementerian PU mulai mempercepat pekerjaan pengendalian sedimen, termasuk pembangunan sabo dam atau pengendali sedimen untuk menahan material kayu dan sedimen dari wilayah hulu.
“Saya lihat di jalan nasional ke arah Gayo Luwes masih banyak kayu. Saya takut ini akan turun lagi ke Tamiang. Jadi Kementerian PU mulai mengerjakan pekerjaan sabo damnya walaupun belum seharusnya dimulai,” kata Menteri PU.
Selain itu, Kementerian PU memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan BMKG dalam pelaksanaan modifikasi cuaca, serta mempercepat pembersihan kawasan permukiman melalui program padat karya, khususnya di wilayah terdampak seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.
Di sektor layanan dasar, pemulihan juga menunjukkan progres signifikan. Dari 176 sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak, sebanyak 165 unit 94 persen telah kembali fungsional. Pada penyediaan air baku, pembangunan sumur bor dalam telah mencapai 70 unit 27 persen, sementara sumur bor dangkal mencapai 34 unit 86 persen.
Kementerian PU juga memastikan pemantauan lapangan dilakukan secara intensif hingga ke wilayah pelosok guna memastikan kebutuhan infrastruktur darurat, seperti jembatan sementara, dapat segera dipenuhi dan tidak menghambat distribusi logistik.








