Trump Sebut Iran Akan Diterpa Masalah Lebih Dahsyat jika Tolak Berunding
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperbarui ancamannya terhadap Iran jika tak mau melanjutkan perundingan damai putaran selanjutnya. Kedua negara terlibat perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11-12 April lalu, namun gagal menghasilkan kesepakatan.
Trump mengatakan Iran akan menghadapi masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya jika menolak ke meja perundingan, tanpa menjelaskan secara rinci apa masalah tersebut.
"Mereka akan bernegosiasi, jika tidak akan menyaksikan masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," kata Trump, dalam sebuah wawancara dengan jurnalis John Fredericks, dikutip Selasa (21/4/2026).
Dia kembali mengungkapkan sikap optimistisnya bahwa Washington dan Teheran akan mencapai kesepakatan.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebelumnya menegaskan pemerintahannya tidak akan mau berunding dengan AS di bawah ancaman. Iran menegaskan tak akan berangkat ke Pakistan selama militer AS masih memblokade pelabuhan-pelabuhannya.
Wakil Presiden AS JD Vance dlaporkan menunda keberangakatannya ke Pakistan setelah Iran menegaskan tak akan mengirim delegasi.
AS menolak untuk memenuhi tuntutan Iran, membuka memblokade atas kapal-kapal yang akan masuk dan keluar pelabuhan Iran. Trump menegaskan blokade akan dibuka hanya jika Iran menyepakati perundingan damai. Sementara Iran bersikap sebaliknya, tak akan berangkat ke Pakistan untuk berunding selama blokade berlanjut.










