23 Dapur Disiagakan, Kemenhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah 100 Persen Siap

23 Dapur Disiagakan, Kemenhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah 100 Persen Siap

Terkini | idxchannel | Selasa, 21 April 2026 - 12:00
share

IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah siap berjalan optimal. Sebanyak 23 dapur katering dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah dengan standar kualitas, kebersihan, dan keamanan yang ketat.

Kepala Seksi Konsumsi Daker Madinah, Beny Darmawan, menegaskan seluruh dapur telah melalui proses seleksi ketat sebelum ditetapkan sebagai penyedia layanan.

“Seluruh dapur sudah diseleksi dan siap melayani jemaah haji Indonesia,” ujar Beny di Madinah, yang dikutip dalam keterangan resminya, Senin (20/4/2026).

Selama kurang lebih sembilan hari di Madinah, jemaah akan memperoleh total 27 kali makan atau tiga kali sehari. Pola konsumsi ini disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia guna menjaga kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

Tak hanya kuantitas, kualitas dan cita rasa makanan juga menjadi perhatian utama. Untuk menjaga rasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk pasta racikan.

Selain itu, setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua koki utama dan empat asisten yang berasal dari Indonesia guna memastikan standar rasa tetap terjaga.

“Ketentuan ini wajib dipenuhi dan seluruh dapur telah melaksanakannya,” kata Beny.

Ia menambahkan, kesiapan layanan konsumsi telah mencapai 100 persen menjelang kedatangan jemaah haji gelombang pertama pada Rabu (22/4/2026). Seluruh aspek, mulai dari bahan baku hingga tenaga juru masak, telah dipastikan siap.

“Kesiapan layanan konsumsi sudah 100 persen, baik dari bahan baku maupun tenaga dapur,” ujarnya.

Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia). Menu makanan dapat disesuaikan, seperti tekstur nasi yang dibuat lebih lunak atau diolah menjadi bubur agar lebih mudah dicerna.

Dari sisi pengawasan, Kemenhaj menerapkan sistem berlapis untuk menjamin keamanan pangan. Proses kontrol dilakukan sejak pengecekan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian kepada jemaah.

Pemeriksaan sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni Kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta sektor pemondokan jemaah. Petugas konsumsi di hotel juga turut melakukan pengecekan sebelum makanan didistribusikan.

Dengan sistem tersebut, Kemenhaj memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa perlu mengkhawatirkan konsumsi selama berada di Tanah Suci.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik