Purbaya Sebut IMF Puji RI 'Bright Spot' dalam Ekonomi Global
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memuji Indonesia sebagai salah satu 'bright spot' atau titik terang dalam perekonomian global. Hal itu karena kebijakan yang kredibel dan fundamental yang kuat.
Kristalina menyampaikan hal itu dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menekankan bahwa ketahanan ekonomi nasional saat ini berakar pada reformasi struktural yang konsisten, bukan sekadar langkah darurat.
Bahkan, di tengah krisis energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, Purbaya memastikan APBN tetap menjalankan fungsinya sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal tetap di bawah batas defisit 3 persen PDB.
Purbaya juga mencatat bahwa meskipun terjadi arus keluar devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS dan depresiasi rupiah akibat guncangan eksternal, stabilitas makro Indonesia tetap terjaga.
“Kredibilitas ini memungkinkan Indonesia untuk menyerap harga energi yang lebih tinggi tanpa mengorbankan dukungan bagi kelompok rentan atau melanggar batas defisit fiskal Indonesia,” ungkapnya dikutip iNews,id. Selasa (21/4/2026).
Purbaya optimistis mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 5,4-6 persen. Keyakinan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat serta surplus perdagangan yang berhasil dipertahankan selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.
“Indonesia secara aktif terus memperkuat ekosistem AI nasional untuk memastikan peningkatan produktivitas dapat dioptimalkan di dalam negeri, sambil tetap terbuka terhadap kolaborasi global, dan memposisikan Indonesia sebagai pengguna dan pengembang solusi berbasis AI,” ucap Purbaya.










