Digagalkan Polisi! 56 PMI Ilegal Nyaris Diselundupkan ke Malaysia via Dumai Riau

Digagalkan Polisi! 56 PMI Ilegal Nyaris Diselundupkan ke Malaysia via Dumai Riau

Nasional | inews | Selasa, 21 April 2026 - 15:08
share

DUMAI, iNews.id - Polisi menggagalkan penyelundupan 56 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur nonprosedural di Kota Dumai, Riau. Aksi ini terungkap berkat laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan pesisir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Sungai Sembilan langsung melakukan penyelidikan di Pantai Desa Selinsing, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai. Petugas kemudian menemukan puluhan orang yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 63 orang. Rinciannya, 56 WNI calon PMI dan 7 warga negara Bangladesh, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seluruhnya diketahui tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja ke luar negeri. Para korban kemudian dibawa ke Polsek Medang Kampai untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya, para PMI diserahkan ke BP3MI Riau melalui P4MI Dumai untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur perlindungan pekerja migran. Namun, dari total yang diamankan, hanya 50 orang yang berhasil diserahkan karena enam orang dilaporkan melarikan diri.

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, mengapresiasi tindakan cepat aparat kepolisian dalam menggagalkan praktik ilegal tersebut.

"BP3MI Riau dan KP2MI sangat mengapresiasi kerja-kerja dari jajaran Polda Riau, Polres Dumai yang terus melakukan pencegahan guna melindungi WNI atau PMI yang akan berangkat ilegal, terkait juga pemberantasan TPPO khususnya di Riau," kata Fanny, Senin (20/4/2026).

Dia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam melindungi warga dari praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja migran Indonesia dari praktik penempatan ilegal yang sangat berisiko," ujarnya.

BP3MI memastikan seluruh korban akan didata secara menyeluruh untuk memastikan perlindungan lanjutan. Termasuk proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.

“Para PMI ini akan kami data secara lengkap, kemudian diberikan pendampingan agar tidak kembali terjebak dalam praktik serupa. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan jalur resmi jika ingin bekerja ke luar negeri,” katanya.

Sementara itu, polisi masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam penyelundupan PMI ilegal tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

Topik Menarik