Jokowi Respons JK: Saya Bukan Siapa-Siapa, Orang Kampung
SOLO, iNews.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merespons santai pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) mengenai peran besarnya dalam perjalanan karier politik sang mantan Wali Kota Solo tersebut. Jokowi menegaskan dirinya hanyalah sosok sederhana dari daerah.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi menanggapi klaim JK yang menyebut dirinya sebagai sosok yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga akhirnya menduduki kursi kepresidenan.
Ditemui di kediaman pribadinya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Senin (20/4/2026), Jokowi enggan memberikan jawaban yang konfrontatif. Dia memilih untuk tetap rendah hati menyikapi klaim tersebut.
"Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," ujar Jokowi.
Terkait kembali viralnya pernyataan lama JK yang sempat meragukan kepemimpinannya, Jokowi enggan memberikan pembelaan diri.
Menurutnya, biarlah publik yang memberikan penilaian atas kinerjanya selama ini.
"Yang menilai bukan saya," ucapnya.
Selain merespons JK, Jokowi juga menyinggung pemberian Restorative Justice (RJ) kepada Rismon Sianipar. Dia menjelaskan langkah hukum tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Polda Metro Jaya.
"Jika RJ sudah keluar, maka artinya sudah clear dan selesai," kata Jokowi.
Namun saat ditanya oleh awak media mengenai peluang pemberian Restorative Justice bagi tersangka kasus tuduhan ijazah palsu lainnya, seperti Roy Suryo dan Dokter Tifa, Jokowi tidak memberikan jawaban lisan. Dia hanya merespons pertanyaan tersebut dengan senyuman.
Sebelumnya, JK dalam jumpa pers mengenai klarifikasi ceramahnya di Masjid UGM pada Maret 2026, buka-bukaan mengenai perannya terhadap karier Jokowi. JK mengaku ingin agar kelompok yang selama ini loyal kepada Jokowi (Termul) mengetahui sejarah perjalanan politik sang presiden ke-7 tersebut.
Pertemuan JK dengan awak media itu sendiri awalnya bertujuan untuk menjelaskan poin-poin ceramahnya di UGM yang sempat menyinggung soal penanganan konflik di Ambon dan Poso, sebelum akhirnya melebar ke pembahasan dinamika politik nasional.










