Waspada! Indonesia Urutan Kedua Kasus Kematian akibat Demam Dengue di Dunia
JAKARTA, iNews.id - Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sampai dengan 14 April 2026, terdapat 30.465 kasus demam dengue di Indonesia dengan Incidence Rate (IR) sebanyak 10,6 per 100.000 penduduk. Pada periode yang sama tercatat 79 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0,3 persen.
Berdasarkan klasifikasi klinis, kasus dengue terdiri atas 10.138 kasus Demam Dengue (DD), 19.877 Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 450 kasus Dengue Shock Syndrome(DSS).
“Kita menyumbang 17 persen kematian akibat demam dengue secara global. Indonesia juga di posisi 2 angka kematiannya secara global setelah Brasil,” ujar Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI, dalam acara SIAP Lawan Dengue, dr Prima Yosephine, MKM di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Di sisi lain, sebuah studi pada pekerja kantoran di Indonesia menunjukkan bahwa masih terdapat keraguan dalam penerimaan upaya perlindungan melalui vaksinasi dengue, dengan faktor biaya menjadi salah satu pertimbangan utama.
Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan pemahaman, kepercayaan serta akses terhadap berbagai upaya pencegahan, guna memperkuat perlindungan pekerja dan kesiapsiagaan nasional terhadap dengue.
dr Prima Yosephine juga mengungkap demam dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok usia produktif dan lingkungan kerja. Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kolaborasi lintas sektor.
“Saat ini, Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan tindak lanjut dari Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) sebagai langkah penguatan implementasi ke depan,” katanya.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht mengungkap tempat kerja memiliki potensi menjadi lokasi risiko penularan demam dengue apabila tidak dikelola secara optimal, sehingga diperlukan langkah-langkah yang sistematis dan terintegrasi dari pihak perusahaan.
Tak Takut Kalah Saing, Rizky Ridho Justru Sambut Baik Kembalinya Elkan Baggott di Timnas Indonesia
Untuk itu, perlu diwujudkannya penerapan higiene dan sanitasi di lingkungan kerja. “Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan kerja. Karena itu, kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang konsisten, bukan hanya kesadaran,” katanya.








