Kesaksian Pasutri Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Terpental hingga Pingsan

Kesaksian Pasutri Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Terpental hingga Pingsan

Berita Utama | inews | Selasa, 28 April 2026 - 11:38
share

BEKASI, iNews.id - Suasana di rangkaian KRL tujuan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (27/4/2026) malam mendadak mencekam bagi pasangan suami istri (pasutri) Subur Sagita (51) dan Yunita Endang (41). Keduanya merupakan korban selamat dalam insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Subur mengaku, pada malam itu baru saja pulang kerja dan menumpangi KRL Commuter Line dari Stasiun Kampung Bandan. Sementara, sang istri menunggunya di Stasiun Cakung. Keduanya kemudian meneruskan perjalanan menuju Stasiun Tambun.

Cahaya yang tiba-tiba menyilaukan pandangan matanya menjadi penanda awal KA Argo Bromo Anggrek menghantam kereta yang dia tumpangi. Kakinya pun merasakan getaran hebat ketika kecelakaan. 

Suasana pun seketika penuh dengan jerit suara penumpang. Dia yang tengah berdiri sambil memegang hand trap kereta ikut terpental imbas tabrakan tersebut.

"Pikir aku sih, kok ini kereta nggak jalan tapi ada getaran kan awal-awal kan. Nah aku liat sorot lampu, lep gitu kayak orang nyenter gimana sih, kayak orang nyenter abis itu udah orang ngejerit semua, ya begitu ngejerit kejadian duar gitu, mental," ucap Subur kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Di tengah tubuh yang masih terasa nyeri akibat benturan, pikirannya saat itu adalah menyelamatkan sang istri. Dengan sisa tenaganya, dia pun mengevakuasi istri tercinta yang telah tidak sadarkan diri. 

"Terpental kami semua di situ. Sesudah itu kita udah nggak ingat apa-apa karena kan pingsan. Ini ibu (istri) yang pingsan, aku masih sempat berdiri, bangun, aku cari dia (istri). Aku seret kan dari pintu kereta biar agak ke lantai," tuturnya.

Kejadian yang begitu cepat membuat Yunita, istri Subur, baru sadar ketika telah dievakuasi di lantai 2 Stasiun Bekasi Timur. Yunita mengaku saat sadar, bagian tubuh kakinya tak bisa digerakkan. 

"Aku sadar-sadar itu udah di lantai atas ya, udah di lantai dua stasiun, itu kondisinya memang udah pada luka-luka semua kan dan ini kaki saya udah nggak bisa digerakin sama sekali, ini darah mengucur dari hidung, ini sempat bengkak tadi malam baru dikompres ini kan," ucap Yunita.

Ketika tubuhnya terpental ke tengah gerbong, Yunita mengaku sempat tersadar masih sadar, namun kakinya mengalami nyeri hebat. Setela itu, semuanya menjadi gelap karena dia tak sadarkan diri. 

"Pas terpental itu tuh aku masih sadar, tapi udah pas berasa ini kaki kram kayak orang kram, udah aku nggak sadar lagi, tahu-tahu aku udah di atas," kata dia.

Sebagai informasi, kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam. KAI menyampaikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat

Berdasarkan data data sementara, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan.

Adapun penanganan korban dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Topik Menarik