Pilu! Keluarga Harap-Harap Cemas Tunggu Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

Pilu! Keluarga Harap-Harap Cemas Tunggu Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

Terkini | inews | Selasa, 28 April 2026 - 15:12
share

JAKARTA, iNews.id - Keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur berdatangan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk melaporkan anggota keluarganya yang diduga menjadi korban kecelakaan tersebut. Keluarga korban pun harap-harap cemas menantikan kepastian anggota keluarganya.

Berdasarkan pantauan, anggota keluarga tampak menunggu di ruang Pos Antemortem RS Polri Kramat Jati untuk memastikan kejelasan anggota keluarganya. Mereka telah menyerahkan data-data seperti foto, KTP, hingga ijazah korban untuk kepentingan identifikasi.

Ada pula anggota keluarga yang pasrah menantikan kepastian anggota keluarganya itu. Salah satu keluarga korban, Watarisin (70) tampak menantikan kepastian kabar keponakannya, Vica Acnia Pratiwi (23).

"Kan saya ditelepon dari adik di Bekasi bahwa keponakan kita, namanya Vica Acnia Pratiwi, keponakan ini pulang kerja naik kereta, ditelepon oleh saudaranya tidak ada balasan sejak kejadian itu," ujar Watarisin pada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, keberadaan korban hingga kini belum diketahui. Dia diminta saudaranya untuk mengecek keberadaan keponakannya di RS Polri.

Namun, hingga kini belum ada kepastian. Hanya saja dia sudah mengurus data KTP dan ijazah untuk diserahkan ke tim DVI RS Polri guna proses identifikasi.

"Karena dia (saudaranya) jauh di Bekasi, saya tinggal dekat sini sehingga saya diminta cek dahulu ke rumah sakit ada gak dia (korban), saya cek ke forensik katanya ke sini DVI," tuturnya.

"Masih tunggu (kabar kepastian korban), masih cek dari DVI, ada tidak. Tadi diminta KTP dan ijazah untuk sidik jari," ucap Watarisin.

Dia menambahkan, orang tuanya masih dalam perjalanan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur dari Sumatera. Pasalnya, orangtuanya juga sedang berduka karena mertuanya baru saja meninggal dunia di kampungnya, Sumatra.

Menurutnya, korban sendiri bekerja di Jakarta, yang mana dia memang selalu menaiki KRL dari Bekasi ke Jakarta. Namun, pasca insiden kecelakaan KRL dengan KA Jarak Jauh di Bekasi Timur, korban tak bisa dihubungi sama sekali.

"Bapaknya dan ibunya masih di kampung, masih dalam perjalanan ke sini, karena mertuanya meninggal di kampung di Sumatra, sedang berduka juga. Dia (korban) kerja di Jakarta, tinggal di Bekasi, orang tuanya juga tinggal di Bekasi, orang tuanya ke Sumatra karena ada mertuanya meninggal," katanya.

olda Metro Jaya mencatat hingga saat ini terdapat 15 orang meninggal dunia imbas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Hingga saat ini, proses identifikasi jenazah masih terus dilakukan.

"Iya, 15 meninggal dunia, sampai siang ini," ucap Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Martinus menambahkan, dari 15 jenazah, 10 di antaranya berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sedangkan, 5 orang sisanya berada di RS Kota Bekasi, di mana semuanya masih dilakukan proses identifikasi.

"Semuanya masih dilakukan proses identifikasi," kata dia.

Topik Menarik