Roblox Tunduk Aturan Indonesia, Resmi Patuhi PP Tunas untuk Lindungi Anak!
JAKARTA, iNews.id – Platform game global Roblox Corporation resmi menyatakan komitmennya untuk mematuhi regulasi Indonesia terkait perlindungan anak di ruang digital. Kepatuhan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa keputusan ini bukanlah hasil proses singkat. Ia menegaskan bahwa pembahasan antara pemerintah dan pihak Roblox telah berlangsung panjang dengan berbagai detail teknis yang harus disesuaikan.
"Yang ingin kami sampaikan bahwa hari ini Roblox menyampaikan komitmen kepatuhan kepada Komdigi dan ini sebetulnya sudah dalam pembicaraan yang bolak-balik, cukup panjang," ujar Meutya dalam konferensi pers, belum lama ini.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah penerapan sistem verifikasi usia yang lebih ketat. Langkah ini dinilai krusial mengingat jumlah pengguna anak di Indonesia sangat besar, mencapai sekitar 23 juta dari total 45 juta pemain.
"Kami apresiasi Roblox yang sudah memulai age verification terhadap seluruh user-nya. Ini penting karena mayoritas pengguna adalah anak-anak," jelas dia.
Tak hanya itu, Roblox juga akan menonaktifkan fitur komunikasi bagi pengguna di bawah usia 16 tahun secara otomatis. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah interaksi dengan orang tidak dikenal yang berpotensi membahayakan.
Selain aspek komunikasi, regulasi juga menyasar konten permainan. Roblox kini menerapkan klasifikasi usia yang ketat sehingga game yang muncul akan disesuaikan dengan kelompok umur pengguna, mulai dari di bawah 13 tahun hingga di atas 16 tahun.
Meutya menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari upaya memenuhi dua aspek utama dalam PP Tunas, yaitu keamanan komunikasi dan kesesuaian konten. Dengan demikian, anak-anak diharapkan bisa bermain secara lebih aman dan terkontrol.
Di sisi lain, pihak Roblox menyatakan akan terus beradaptasi dengan regulasi lokal. Mereka bahkan menyiapkan sistem akun khusus berbasis usia yang dirancang sesuai norma dan budaya Indonesia.










