Jangan Batasi Asupan Lemak pada Bayi, Penting untuk Kecerdasan Otak Anak

Jangan Batasi Asupan Lemak pada Bayi, Penting untuk Kecerdasan Otak Anak

Gaya Hidup | inews | Rabu, 3 Juni 2026 - 16:56
share

JAKARTA, iNews.id – Lemak sering kali mendapat citra buruk karena dikaitkan dengan kolesterol tinggi, obesitas, hingga penyakit jantung. Namun, anggapan tersebut tidak berlaku bagi bayi dan anak usia di bawah dua tahun yang justru membutuhkan asupan lemak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otaknya.

Dokter Spesialis Anak, dr Ian Suryadi Suteja, menegaskan lemak merupakan salah satu nutrisi terpenting pada masa awal kehidupan anak. Sebab itu, orang tua tidak perlu menghindari pemberian lemak sehat dalam menu Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Menurut dia, sekitar 80 persen perkembangan otak manusia terjadi pada dua tahun pertama kehidupan. Dari total berat otak orang dewasa yang mencapai sekitar 1,4 hingga 1,5 kilogram, sekitar 1,2 kilogram terbentuk pada periode tersebut.

Hal ini membuat kebutuhan lemak pada anak menjadi sangat penting. Lemak berfungsi sebagai salah satu komponen utama pembentuk jaringan otak sehingga kekurangan asupan lemak dapat memengaruhi proses perkembangan otak anak.

“Salah satu pembentuk otak adalah lemak. Kalau Anda tidak memberikan lemak pada anak-anak, otomatis perkembangan otaknya juga berkurang,” kata dr. Ian dalam diskusi bersama Bumboo Fat Oil, Rabu (3/6/2026).

Selain membantu perkembangan otak, lemak juga berperan dalam penyerapan berbagai vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K. Tanpa asupan lemak yang cukup, tubuh anak tidak dapat menyerap vitamin-vitamin tersebut secara optimal.

“Lemak membantu penyerapan vitamin A untuk mata, vitamin D untuk tulang dan imunitas, vitamin E, dan vitamin K untuk pembekuan darah,” ujarnya.

Dr. Ian juga meluruskan pandangan bahwa lemak jenuh selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Pada orang dewasa, konsumsi lemak jenuh memang perlu dibatasi. Namun, pada anak usia di bawah dua tahun, lemak jenuh masih memiliki peran penting sebagai sumber energi untuk menunjang pertumbuhan.

Dia menjelaskan kebutuhan lemak pada anak usia di bawah dua tahun mencapai sekitar 39 persen dari total kebutuhan kalori harian. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan lemak orang dewasa.

Karena itu, orang tua tidak perlu ragu memberikan sumber lemak sehat dalam MPASI. Beberapa pilihan yang dapat diberikan antara lain santan, mentega, keju, yogurt, alpukat, hingga minyak zaitun sesuai kebutuhan dan usia anak.

“MPASI harus pakai lemak. Bahkan dari panduan Kementerian Kesehatan, santan sudah boleh diberikan sejak usia 6 bulan sebagai sumber lemak yang baik,” ujar dr. Ian.

Caption: Dokter mengingatkan pentingnya asupan lemak bagi bayi dan anak usia di bawah dua tahun untuk mendukung perkembangan otak dan penyerapan vitamin.

Tag: lemak untuk bayi, manfaat lemak bagi anak, perkembangan otak anak, MPASI, nutrisi bayi, dr Ian Suryadi Suteja, kesehatan anak, lemak sehat.

Topik Menarik