Hore! Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum di Jakarta bakal Ditambah
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menambah golongan masyarakat yang dapat menikmati fasilitas transportasi umum secara gratis di Jakarta. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai bagian dari skema subsidi silang di tengah rencana penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek.
Pramono mengatakan, rencana penyesuaian tarif tidak akan berlaku sama untuk seluruh rute layanan Transjabodetabek. Menurutnya, kenaikan tarif hanya akan diterapkan pada beberapa rute tertentu yang memiliki rute panjang, seperti rute menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Bogor.
"Memang akan mengalami penyesuaian harga terutama beberapa ruas yang panjang dan kemudian memerlukan tambahan karena memang di tempat itu misalnya yang ke Soekarno-Hatta itu ada tiga tempat parkir. Setiap parkir kan nggak ada gratis di Jakarta ini. Nah itu pasti ada tambahan kemudian juga yang ke Bogor. Tetapi tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi," kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Ia mengatakan, Pemprov DKI akan mempertahankan fasilitas gratis bagi 15 golongan masyarakat dan membuka peluang menambah kelompok penerima manfaat.
"Pemerintah DKI Jakarta terus akan mengampanyekan bagi warga Jakarta 15 golongan dan kemungkinan akan kita tambah golongannya akan kita gratiskan. Karena supaya cross subsidinya itu lebih adil, bagi yang tidak mampu gratis bagi yang mampu ya bayarnya lebih tinggi sedikit," ujarnya.
Meski begitu, Pramono belum mengungkapkan besaran tarif yang akan diberlakukan. Ia menyebut keputusan terkait angka penyesuaian tarif akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Nah mengenai angkanya berapa nanti pada saatnya dalam waktu dekat ini kami umumkan," katanya.
Eks Sekretariat Kabinet ini juga menegaskan peningkatan kualitas layanan transportasi publik menjadi salah satu fokus Pemprov DKI. Menurut dia, konektivitas antarmoda saat ini telah mencapai sekitar 93 persen dan perlu diimbangi dengan peningkatan jumlah pengguna.
Karena itu, perhitungan penyesuaian tarif dilakukan secara hati-hati agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Maka kenapa dalam memperhitungkan rencana kenaikan tarif betul-betul supaya masyarakat tetap dengan kemampuannya untuk bisa membayar atau membeli ini," ujar Pramono.









