Polisi Tutup Jalan, Massa BEM UI Tolak Alihkan Titik Demo dari Bundaran HI

Polisi Tutup Jalan, Massa BEM UI Tolak Alihkan Titik Demo dari Bundaran HI

Terkini | inews | Jum'at, 12 Juni 2026 - 13:59
share

JAKARTA, iNews.id - Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersitegang dengan polisi ketika hendak menuju titik aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Mereka tertahan di kawasan Semanggi karena tak diizinkan untuk menggelar demo di Bundaran HI.

"Karena kita dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup," kata Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo saat dihubungi wartawan, Jumat (12/6/2026).

"Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR," imbuhnya.

Menurut Anandaku, polisi tidak menjelaskan tujuan penutupan jalan tersebut. Permintaan massa agar polisi membuka jalan tidak direspons baik, sehingga terjadi aksi saling dorong.

"Sempat (bersitegang). Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga," tuturnya.

Dia menegaskan massa aksi tetap akan menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI. Sebab, lokasi tersebut merupakan kesepakatan bersama massa aksi.

"Sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri," tuturnya.

Adapun jumlah massa aksi yang tertahan berjumlah 700 orang. Mereka datang dengan menggunakan armada 14 bus.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Intelijen untuk mengalihkan titik massa di Bundaran HI. Sebagai gantinya, massa kata dia bisa melanjutkan aksi di kawasan kompleks parlemen atau Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR/MPR,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Budi menjelaskan, Bundaran HI bukan tempat untuk aksi unjuk rasa, melainkan pusat perekonomian.

“Memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya, sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati,” ujar dia.

Topik Menarik