Kebakaran 18 Ruko di Pasar Pagi Mempawah Diduga akibat Korsleting, Kerugian Capai Rp45 Miliar

Kebakaran 18 Ruko di Pasar Pagi Mempawah Diduga akibat Korsleting, Kerugian Capai Rp45 Miliar

Nasional | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 15:55
share

MEMPAWAH, iNews.id - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Kalimantan Barat olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran yang menghanguskan deretan ruko di Pasar Pagi, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Akibat peristiwa itu, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp45 miliar.

Olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melanda kawasan pertokoan tersebut pada Rabu (10/6/2026) pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan dengan metode penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation.

Kegiatan itu turut dihadiri PS Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalbar, Kapolsek Sungai Pinyuh, personel Unit Reskrim Polsek Sungai Pinyuh, Sekretaris Yayasan Tri Dharma, serta sejumlah saksi. Para saksi dimintai keterangan terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Dalam proses penyelidikan, Tim Puslabfor memeriksa sejumlah lokasi. Selain itu menganalisis barang bukti dan mengidentifikasi berbagai material sisa kebakaran.

Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap area yang terdampak kebakaran. Tim juga mengambil sampel material yang diduga berkaitan dengan sumber api.

“Termasuk pengambilan sampel material yang diduga sebagai sumber api,” ujar Kapolsek, Senin (15/6/2026).

AKP Agus menjelaskan, Tim Puslabfor juga mendokumentasikan seluruh area ruko yang terbakar. Dokumentasi dilakukan melalui foto dan video untuk kepentingan penyelidikan lanjutan. Selain itu, sejumlah barang bukti turut diamankan dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

“Selain itu, tim juga mengambil foto dan video di seluruh area yang terbakar serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa potongan kabel instalasi listrik dan material abu arang sisa kebakaran dari TKP,” katanya.

Barang bukti yang diamankan antara lain potongan kabel instalasi listrik dan material abu arang sisa kebakaran. Sampel tersebut akan dianalisis di laboratorium forensik.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tim menduga sumber api berasal dari area plafon pintu sebelah timur ruko nomor 34 dan ruko nomor 35. Api diduga muncul akibat korsleting arus pendek listrik.

“Dugaan sementara, sumber api berasal dari plafon pintu sebelah timur dari ruko no 34 dan ruko no 35 akibat korsleting arus pendek listrik,” katanya.

Meski ada dugaan awal, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. Tim masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap sampel yang telah dikumpulkan.

Penyidik juga akan mencocokkan hasil laboratorium dengan keterangan para saksi. Langkah itu dilakukan agar penyebab kebakaran dapat dipastikan berdasarkan bukti ilmiah yang nantinya akan menjadi dasar penting dalam penanganan perkara tersebut.

Topik Menarik