MUI: Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Jadi Jalan Hentikan Kejahatan Israel di Palestina

MUI: Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Jadi Jalan Hentikan Kejahatan Israel di Palestina

Terkini | inews | Selasa, 16 Juni 2026 - 23:42
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan damai tersebut harus menjadi titik awal lahirnya stabilitas kawasan sekaligus mendorong berakhirnya berbagai konflik kemanusiaan yang masih berlangsung, khususnya di Palestina.

“Saya sangat berharap hal ini dapat mengakhiri ketegangan, mencegah eskalasi konflik, serta membuka jalan bagi terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan perdamaian dunia yang lebih berkelanjutan, termasuk penghentian kejahatan Zionis Israel kepada warga Gaza dan Palestina secara keseluruhan,” ujar Sudarnoto dalam keterangannya, Selasa (16/6/26).

Selain itu, Sudarnoto menegaskan setiap langkah yang mengedepankan dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penyelesaian sengketa secara damai merupakan jalan yang harus terus diperkuat oleh seluruh masyarakat internasional. 

“Perdamaian itu merupakan nilai universal yang sejalan dengan ajaran Islam dan cita-cita kemanusiaan dan juga Amanah yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945,”ungkapnya.

Kendati demikian, Sudarnoto menekankan setidaknya terdapat beberapa pertimbangan yang sangat penting atas terciptanya perdamaian tersebut. Pertama, menghentikan ancaman peperangan yang lebih luas yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah

Kedua, menjamin kembali keamanan dan kelancaran pelayaran internasional di Selat Hormuz sebagai salah satu jalur strategis perdagangan dan distribusi energi dunia. Ketiga, mencegah lonjakan harga minyak dan energi dunia yang selama ini menjadi salah satu dampak utama dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Keempat, mendorong stabilitas ekonomi global, mengingat terganggunya pasokan energi dan perdagangan internasional akan berdampak langsung terhadap inflasi, harga kebutuhan pokok, serta kesejahteraan masyarakat di berbagai negara, termasuk negara-negara berkembang.

Kelima, memberikan ruang yang lebih besar bagi pembangunan, kerja sama ekonomi, dan kemajuan peradaban dibandingkan dengan pengeluaran besar untuk konflik dan perlombaan persenjataan.

“Hemat saya kesepakatan damai ini harus menjadi titik awal bagi terciptanya arsitektur keamanan kawasan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, bukan sekadar penghentian konflik yang bersifat sementara. Karena itu, melalui titik awal ini pemerintah Israel juga bisa dipaksa untuk menghentikan kejahatannya dan keluar dari seluruh wilayah Palestina,” tutur Sudarnoto.

Topik Menarik