Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8

Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8

Terkini | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 07:48
share

MANILA, iNews.id - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada 8 Juni lalu tidak hanya menewaskan puluhan orang, tapi juga memicu fenomena geologi langka yang membuat dasar laut terangkat hingga 2 meter.

Badan nasional penanggulangan bencana Filipina NDRRMC menyebutkan, hingga Selasa (16/6/2026), 68 orang tewas dan 33 lainnya hilang akibat gempa yang juga memicu gelombang tsunami setinggi hampir 1 meter tersebut.

Pihak berwenang juga mengungkapkan, gempa berdampak terhadap sekitar 338.000 KK atau 1,38 juta orang di penjuru Mindanao. Sebanyak 1.339 orang dilaporkan luka.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menjelaskan, peristiwa itu terjadi akibat pergeseran di Palung Cotabato yang berada di lepas pantai selatan Mindanao.

Pergeseran tektonik tersebut mengangkat sebagian garis pantai di Provinsi Sarangani dan Davao Occidental, sehingga dasar laut yang sebelumnya berada di bawah permukaan air kini muncul ke atas. Akibatnya, terumbu karang dan ekosistem laut ikut terangkat dan terekspos ke udara terbuka.

"(Pergeseran Palung Cotabato) mengangkat sebagian garis pantai (Provinsi) Sarangani dan Davao Occidental ke atas, memperlihatkan dasar laut yang sebelumnya terendam," bunyi pernyataan Phivolcs, dikutip Rabu (17/6/2026).

Fenomena yang dikenal sebagai "pengangkatan pantai" itu pertama kali dilaporkan warga setempat 2 hari setelah gempa terjadi. Dampaknya cukup signifikan, bahkan garis pantai di beberapa lokasi bertambah panjang hingga sekitar 200 meter.

Palung Cotabato berada sekitar 50 km dari pantai selatan Mindanao. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi di Filipina. Pada Januari lalu, ribuan gempa bumi kecil juga tercatat terjadi di area tersebut.

Departemen Lingkungan Filipina mengungkapkan terumbu karang yang terangkat ke permukaan kini terancam mati karena kehilangan habitat alaminya. Foto-foto yang dirilis lembaga itu menunjukkan hamparan luas terumbu karang yang menyembul dari laut disertai bangkai ikan dan organisme laut lainnya.

Warga awalnya melaporkan perubahan pada dasar laut karena khawatir terhadap bau menyengat yang muncul akibat pembusukan biota laut yang terpapar udara.

"Terumbu karang dan padang lamun yang terpapar ini mulai mati bersama organisme penghuninya seperti ikan karang, belut, kerang, dan cangkang," demikian pernyataan Departemen Lingkungan Filipina.

Topik Menarik