Massa Bakar Kantor dan Mes Perusahaan Sawit di Labura usai Warga Tewas Diduga Dianiaya
LABUHANBATU UTARA, iNews.id - Situasi di Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara (Sumut), memanas setelah ratusan warga menggeruduk dan membakar kantor serta mes milik PT Agrinas Palma Nusantara, Rabu (17/6/2026). Insiden ini dipicu kematian seorang warga yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh petugas pengawas dan keamanan perusahaan sawit tersebut serta diduga melibatkan oknum TNI.
Aksi massa tersebut menyebabkan sedikitnya lima bangunan terbakar, sementara dua bangunan lainnya mengalami kerusakan berat akibat amukan warga.
Pembakaran bangunan diduga dipicu oleh tewasnya seorang pria bernama Luis David Hutabarat (32) warga setempat, pada Selasa (16/6/2026) sore. Korban tewas diduga akibat mengalami penganiayaan petugas pengawas dan keamanan perusahaan tersebut.
Kabar tersebut kemudian memicu kemarahan warga hingga berujung pada aksi massa yang membakar fasilitas perusahaan di Desa Sukarame Baru.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan, hasil pengecekan di lokasi menunjukkan adanya kerusakan bangunan akibat insiden tersebut.
“Kami lakukan peninjauan dan pengecekan terhadap objek akibat peristiwa semalam. Ada tiga rumah dibakar dan dua dirusak namun ada sedikit terbakar. Dua rumah lagi ada perusakan dengan beberapa kaca pecah akibat dilempar warga,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Dia menambahkan, aparat telah melakukan pendekatan kepada masyarakat agar situasi tidak semakin meluas.
“Saat ini masyarakat sudah kami lakukan pendekatan dan berikan pencerahan serta edukasi agar peristiwa ini jangan melebar, jangan membesar. Kami berkomitmen, TNI dan Polri melakukan proses penegakan hukum secara terang sehingga ada kepastian hukum terhadap pelaku dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.
Untuk pengamanan, kepolisian mengerahkan dua peleton atau sekitar 51 personel guna menjaga situasi di Polsek Kualuh Hulu dan Desa Sukarame Baru, dibantu unsur TNI.
Sementara itu, Kepala Staf Kodim 0209/Labuhanbatu, Mayor Inf Sondang Hamonangan Tanjung, membenarkan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa tersebut. Saat ini, oknum tersebut tengah menjalani pemeriksaan.
“Kalau memang dari dugaan terbukti kita serahkan ke proses hukum. Saat ini kan didalami kepolisian, jika ada keterlibatan TNI ini akan ada pelimpahan ke subdenpom. Kami juga sudah koordinasi dari kodim, polres dan subdenpom,” ujarnya.
Dia menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian untuk mengungkap peristiwa secara transparan.
Hingga saat ini, aparat TNI dan Polri masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan. Proses penyelidikan terkait penyebab kematian korban dan dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait masih terus dilakukan.









