Menembus Ombak Laut Jawa, BRI Jemput Bola Layani Nasabah di Kepulauan Seribu

Menembus Ombak Laut Jawa, BRI Jemput Bola Layani Nasabah di Kepulauan Seribu

Ekonomi | inews | Jum'at, 19 Juni 2026 - 21:59
share

JAKARTA, iNews.id - Ombak Laut Jawa mengiringi laju Bahtera Seva I, Teras BRI Kapal yang menjadi andalan warga Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. iNews.id berkesempatan ikut berlayar bersama bank terapung itu pada Senin (15/6/2026).

Kapal bertolak dari Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, sekitar pukul 09.30 WIB, membawa layanan perbankan bagi masyarakat yang selama ini hidup jauh dari kantor cabang bank. 

Di atas kapal, Nakhoda Bahtera Seva I, Andi Bagus Trianto mengawasi pelayaran yang pagi itu ditemani ombak cukup tinggi. Dia sesekali berkomunikasi dengan kapal lain melalui radio saat hendak melintas. 

Sementara itu, Kepala Kamar Mesin (KKM) Gian duduk di samping Andi seraya mengawasi lalu lintas pelayaran di depan kapal.

"Coba lihat, ada jalanya enggak?" ujar Andi kepada Gian yang meneropong salah satu kapal nelayan di lintasan Bahtera Seva I.

Pulau Panggang menjadi tujuan pertama pelayaran kali ini. Secara administratif, pulau itu termasuk wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Andi mengatakan pelayaran menuju Pulau Panggang menempuh jarak sekitar 25,5 mil laut atau 47 kilometer (km). Perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam dengan kecepatan kapal rata-rata sembilan knot.

"Tergantung sama kekuatan arus, angin, sama keadaan cuaca. Itu pengaruh. Standarnya tiga jam kalau cuacanya baik," kata dia.

Bahtera Seva I beroperasi layaknya kantor cabang bergerak. Setiap pekan, kapal berangkat pada Senin dan kembali ke Jakarta pada Jumat setelah melayani sejumlah pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu.

Pada pelayaran kali ini, Kapal Bahtera Seva I singgah di lima pulau yakni Panggang, Pramuka, Kelapa, Tidung, dan Untung Jawa.

Kapal Bahtera Seva I diawaki lima orang kru yang terdiri atas nakhoda, mualim I, kepala kamar mesin (KKM), masinis II, dan juru masak. Dalam kondisi ideal, kapal mampu melaju hingga 13 knot.

Nakhoda Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, Andi Bagus Trianto dan Kepala Kamar Mesin (KKM), Gian saat berlayar menuju Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Senin (15/6/2026). (Foto: Rizky Agustian)

Menurut Andi, cuaca menjadi tantangan utama dalam operasional kapal. Jika kondisi laut dinilai berbahaya, pelayaran harus ditunda demi keselamatan awak kapal dan layanan yang dibawa.

"Kalau (cuaca) tidak memungkinkan, kami tidak berlayar karena tidak diperbolehkan Syahbandar. Keselamatan manusia, kapal, dan barang diutamakan," ujarnya.

Menjemput Nasabah Hadirkan Pelayanan Perbankan

Sekitar pukul 12.50 WIB, kapal merapat di dermaga Pulau Panggang. Sejumlah warga sudah menunggu untuk mengurus berbagai keperluan perbankan.

Awak Bahtera Seva I bergegas menambatkan tali kapal ke dermaga. Alat bantu penyeberangan pun dipasang untuk memudahkan mobilitas nasabah ke kapal.

Aktivitas pelayanan dimulai begitu sejumlah karyawan BRI siap. Dalam ruang perbankan, terdapat dua meja yang masing-masing diisi oleh teller dan customer service.

Tiga pegawai BRI termasuk satu sekuriti bersiap di tempatnya masing-masing. Satu per satu nasabah kemudian dipersilakan menaiki kapal.

Nasabah langsung menuju meja teller dan customer service untuk bertransaksi. Ada pula yang duduk di pojok ruangan untuk mengantre seraya menyiapkan berkas dibantu sekuriti.

Aktivitas pelayanan di Teras BRI Kapal Bahtera Seva I. (Foto: Rizky Agustian)

Pelayanan nasabah dipimpin Kepala Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, Algi Meza. Dia juga turun langsung melayani nasabah.

Algi mengatakan pelayanan yang diberikan di Kapal Bahtera Seva I tidak berbeda dengan kantor cabang bank di darat.

"Pelayanannya macam-macam, ada yang ganti kartu, PIN yang terblokir, ada yang ganti buku, ada yang penarikan, ada yang setor tunai, ada juga yang pengajuan pinjaman," tutur Algi.

Dalam satu kali kunjungan ke Pulau Panggang, lebih dari 20 nasabah rata-rata memanfaatkan layanan tersebut.

Mayoritas nasabah berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada kondisi cuaca. Selain itu, terdapat pedagang sembako dan pelaku usaha kecil lain.

Algi mengatakan karakteristik nasabah di wilayah kepulauan berbeda dengan di darat. Para nasabah di Pulau Panggang sebagian besar bergantung dari hasil melaut.

"Di sini mereka mengandalkan cuaca kalau untuk nelayan, kalau cuacanya lagi bagus ya mereka tidak ada kendala untuk pembayaran," ujarnya.

Algi menuturkan, Kapal Bahtera Seva I dapat membawa uang hasil transaksi nasabah di Kepulauan Seribu dalam jumlah besar setiap minggu. Setidaknya, kas sejumlah Rp1 miliar dibawa ke darat menjelang akhir pekan.

Kepala Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, Algi Meza. (Foto: Rizky Agustian)

"Kas yang kami bawa dari Senin sampai Jumat bisa sampai Rp2 miliar. Paling kecil di bawah Rp1 miliar," kata Algi.

Selain melayani transaksi masyarakat, kapal ini juga menjadi tempat penyetoran dana bagi para AgenBRILink yang tersebar di Kepulauan Seribu. Beberapa AgenBRILink bahkan mampu menyetorkan dana hingga Rp1 miliar karena tingginya aktivitas transaksi masyarakat.

"Kebanyakan di sini kita terima setoran dari AgenBRILink. Karena mitra kita yang membantu kita sewaktu-waktu gak ke pulau, jadi kebanyakan nasabah kita setor tariknya di AgenBRILink," ujarnya.

Dia mengatakan antusiasme warga terhadap layanan Bahtera Seva I pun sangat tinggi. Bahkan sebelum kapal bersandar, masyarakat kerap sudah menunggu di dermaga.

"Sebelum kapal menyandar mereka biasanya sudah antre. Kadang ada yang bertanya kenapa datangnya lama, padahal perjalanan juga bergantung ombak dan cuaca," katanya.

Warga Tak Perlu Menyeberang ke Jakarta

Salah satu warga Pulau Panggang yang memanfaatkan layanan Bahtera Seva I adalah Mastunih (45). Pagi itu, dia datang untuk mengecek bantuan sosial yang diterimanya melalui rekening BRI.

"Alhamdulillah terbantu, bagus. Jadi enggak perlu menyeberang ke kota," ujarnya.

Mastunih mengaku sudah menjadi nasabah BRI sejak 2020. Selain menerima bantuan sosial, dia juga sesekali menabung dari hasil berjualan jelly secara keliling di Pulau Panggang.

Nasabah BRI sekaligus warga Pulau Panggang, Mastunih. (Foto: Rizky Agustian)

Menurut dia, kehadiran kapal layanan BRI membuat akses perbankan menjadi lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.

"Lebih dekat karena datang langsung ke sini. Harapannya kapal BRI terus dilanjutkan," katanya.

Topik Menarik