Polda Kalsel Gagalkan Peredaran Sabu 128 Kg di Banjarmasin, 5 Tersangka Ditangkap
BANJARMASIN, iNews.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu dengan berat lebih dari 128 kilogram. Lima tersangka ditangkap dalam pengungkapan kasus yang diduga berasal dari jaringan narkoba internasional.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari penangkapan seorang pelaku yang baru tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin pada Senin (8/6/2026). Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sabu dalam jumlah besar yang kemudian dikembangkan lebih lanjut.
"Hasil pengembangan yang dilakukan sejak 8 hingga 12 Juni 2026 berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika ini. Sebanyak lebih dari 128 kilogram sabu berhasil disita dari lima orang tersangka," ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dikutip Sabtu (20/6/2026).
Kapolda menjelaskan, kelima tersangka yang diamankan berasal dari Palembang, Depok, dan Kalsel. Berdasarkan hasil penyelidikan, narkotika tersebut diduga dibawa melalui jalur darat sebelum akhirnya dikirim lewat jalur laut menuju Banjarmasin.
Rute pengiriman barang haram itu diketahui melintasi sejumlah daerah, mulai dari Pangandaran, Tasikmalaya, Bandung, hingga Surabaya.
"Dari Surabaya, barang tersebut diseberangkan melalui jalur laut dan berakhir di Banjarmasin. Sabu dikemas dalam koper berukuran besar untuk mengelabui petugas," katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, para tersangka mengaku sabu tersebut rencananya akan diedarkan di sejumlah wilayah pertambangan dan perkebunan di Kalsel. Namun, rencana itu berhasil digagalkan sebelum barang haram tersebut sempat beredar di masyarakat.
"Alhamdulillah, peredaran narkotika ini berhasil kami cegah sehingga tidak sempat beredar di masyarakat," kata Kapolda.
Saat ini, Ditresnarkoba Polda Kalsel masih mengembangkan kasusnya untuk mengungkap aktor utama di balik peredaran sabu tersebut. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam jaringan besar ini.
"Kami menduga kasus ini berkaitan dengan jaringan peredaran narkoba internasional, sehingga pengembangan akan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat," ucapnya.










