Komentar Veda Ega usai Menggila di MotoGP Ceko 2026, Start Paling Belakang Finis Lima Besar

Komentar Veda Ega usai Menggila di MotoGP Ceko 2026, Start Paling Belakang Finis Lima Besar

Olahraga | inews | Senin, 22 Juni 2026 - 14:00
share

BRNO, iNews.id – Veda Ega Pratama mencuri perhatian di Moto3 Ceko 2026 usai finis posisi kelima meski memulai balapan dari urutan ke-20 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026).

Pembalap Veda Ega Pratama tampil luar biasa bersama Honda Team Asia dalam balapan penuh tekanan. Hukuman yang membuatnya start dari barisan belakang tidak menghalangi dia menembus papan atas.

Balapan di Sirkuit Brno berjalan menantang sejak awal. Veda harus langsung memacu motor secara agresif demi memangkas jarak dengan rombongan depan yang sejak lap awal melaju ketat.

Start dari posisi ke-20 membuat Veda tidak punya ruang kesalahan. Dia memilih pendekatan menyerang dengan fokus mengejar grup terdepan secepat mungkin.

“Dari P20 ke P5, saya senang dengan hasil balapan ini, tetapi saya juga merasa ada sesuatu yang kurang karena sejak Mugello saya sudah bertarung di grup depan, dan hari ini kami sangat dekat dengan podium,” kata Veda dalam keterangannya.

Pembalap berusia 17 tahun itu mengakui balapan Moto3 Republik Ceko memberi pengalaman penting. Proses panjang sepanjang akhir pekan menjadi modal berharga untuk seri-seri berikutnya.

“Bagaimanapun, ini adalah balapan yang sangat bagus karena kami mengalami banyak kesulitan sepanjang akhir pekan ini. Hari Jumat dan Sabtu tidak mudah, tetapi saya belajar banyak hal dan mendapatkan pelajaran yang sangat penting,” ucapnya.

Mental Baja dari Barisan Belakang

Veda menegaskan fokus utamanya sejak lampu start padam hanya satu, mengejar rombongan depan tanpa ragu.

“Memulai dari P20, satu-satunya fokus saya adalah mendorong semaksimal mungkin dan mencapai grup depan secepat mungkin,” tambahnya.

Semangat Veda terus terjaga hingga lap-lap akhir. Dia tidak terlalu memikirkan kondisi ban dan memilih bertarung langsung di dalam grup dengan ritme tinggi.

“Saya tidak terlalu memikirkan ban. Saya hanya ingin mengejar grup tersebut dan bertarung bersama mereka. Ketika saya berhasil menyusul mereka, saya merasa nyaman dan mampu mengikuti ritme mereka. Saya percaya diri dan tahu bahwa saya memiliki kecepatan yang dibutuhkan,” katanya.

Hasil finis kelima menegaskan konsistensi Veda bersaing di level atas Moto3. Performanya di Brno memperlihatkan kematangan mental dan kemampuan membaca balapan di tengah tekanan.

Capaian ini juga memperkuat posisi Veda sebagai salah satu pembalap muda Indonesia yang patut diperhitungkan di ajang Moto3 dunia, terutama setelah beberapa seri terakhir terus bersaing di grup depan.

Topik Menarik