Diam-Diam Pemerintahan Trump Kontak Oposisi Israel, Ingin Singkirkan Netanyahu?
TEL AVIV, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sedang menjalin kontak dengan tokoh oposisi Israel. Kabar tersebut memicu spekulasi upaya untuk menyingkirkan Benjamin Netanyahu dalam pemilu mendatang.
Perselisihan Trump dan Netanyahu meningkat di tengah upaya AS untuk berdamai dengan Iran. Israel dianggap menjadi ganjalan upaya tersebut karena terus menggempur Lebanon. Padahal penghentian perang di Lebanon masuk dalam poin nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai AS-Iran.
Stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan, para pejabat pemerintahan Trump yakin Netanyahu perlu diganti. Kondisi itu mendorong Gedung Putih membuka kontak informal dengan para pemimpin oposisi, yakni Naftali Bennett, kepala partai Together dan Gadi Eisenkot, pemimpin partai Yashar.
“Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras di pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan rakyat baru sebelum pemilu” demikian laporan Channel 12, dikutip Selasa (23/6/2026).
Kubu oposisi Israel berupaya membangun hubungan dengan pemerintahan AS dalam beberapa bulan terakhir dan mencapai kesepahaman dengan para pejabat yang kritis terhadap kebijakan Netanyahu.
“Langkah AS bertujuan untuk memanfaatkan peluang politik mengingat krisis kepercayaan dengan pemerintah Israel saat ini,” ujarnya.
Disebutkan pula, AS menilai perlunya membangun mekanisme kepercayaan baru dengan Israel, meski Trump belum memberikan dukungan secara resmi kepada para politisi oposisi Israel.
Hasil polling yang diterbitkan surat kabar Maariv pada Jumat pekan lalu menunjukkan, oposisi Israel bisa membentuk pemerintahan jika pemilu diadakan saat ini. Oposisi bisa memenangkan 61 kursi di parlemen Knesset melawan 49 untuk blok Netanyahu.
Jajak pendapat juga mengungkap, partai-partai Arab akan memenangkan 10 kursi dalam pemilu yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.










