Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km, Status Siaga

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km, Status Siaga

Terkini | inews | Selasa, 23 Juni 2026 - 07:39
share

JAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah memuntahkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter atau 2 km, Selasa (23/6/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pada pukul 06.04 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut meluncur ke arah barat atau hulu Kali Sat/Putih.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Selasa, 23/06/2026. Pukul 06.04 WIB, estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maks 52,66 mm durasi 180,99 detik mengarah ke barat (hulu Kali Sat/Putih)," demikian informasi resmi BPPTKG.

Masyarakat diimbau menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta tetap mematuhi rekomendasi resmi dari otoritas vulkanologi.

Sebelum terjadinya awan panas guguran tersebut, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, petugas mencatat 15 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2 km.

Secara visual, gunung tampak jelas dengan cuaca berawan hingga cerah. Asap kawah berwarna putih teramati dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 200 meter di atas puncak.

Pada periode yang sama, BPPTKG merekam 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-28 mm dan durasi 79,1-177,74 detik. Selain itu, tercatat 19 gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 0-47 mm dan durasi 12,89-32,56 detik.

Aktivitas kegempaan lainnya meliputi satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 41 mm berdurasi 14,42 detik serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2 mm dan durasi 64,9 detik.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya," tulis BPPTKG dalam laporan aktivitas Gunung Merapi.

BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi. 

Topik Menarik