Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali bahwa tentaranya tidak akan ditarik dari Lebanon Selatan, meski Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani MoU perjanjian damai. Penghentian perang di Lebanon masuk dalam poin perjanjian yang diteken oleh Presiden Donald Trump dan Masoud Pezeshkian pada 17 Juni itu.
Para pejabat senior Israel juga mendukung keputusan Netanyahu untuk mempertahankan kehadiran militer di Lebanon Selatan.
Keputuasan itu diambil Senin (22/6/2026), menyusul pertemuan melibatkan Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Jenderal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir, dan kepala Komando Utara Ori Gordin.
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan, tentara akan melanjutkan operasi yang bertujuan untuk menetralisir ancaman terhadap personel militer dan warga, serta menghancurkan infrastruktur kelompok Hizbullah.
Selain itu IDF akan mempertahankan zona keamanan di Lebanon Selatan.
Pernyataan itu menambahkan, keamanan warga dan personel tetap menjadi prinsip utama bagi kepemimpinan politik dan militer negara itu tanpa kompromi.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Iran dan AS menggelar negosiasi selama 18 jam di Swiss, di bawah mediasi Pakistan dan Qatar, membahas ketentuan yang belum terselesaikan dari MoU.
Serangan militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 12.000 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1 juta warga mengungsi.









