Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!

Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!

Terkini | inews | Kamis, 25 Juni 2026 - 11:17
share

JAKARTA, iNews.id – Prancis mengonfirmasi kasus Ebola pertama di negaranya. Pasien yang terinfeksi merupakan seorang dokter yang baru kembali dari misi kemanusiaan di Republik Demokratik (DR) Kongo.

Kementerian Kesehatan Prancis dalam pernyataannya pada Rabu (25/6/2026) menyebut dokter itu langsung dirawat di fasilitas kesehatan khusus sesaat setelah kasusnya terdeteksi. Kondisinya dilaporkan stabil dan terus mendapat pengawasan medis intensif.

Kasus ini menjadi yang pertama dikonfirmasi di Eropa sejak merebaknya wabah Ebola terbaru di Kongo. Sebelumnya, seorang dokter asal Amerika Serikat yang dinyatakan positif Ebola di Kongo sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Jerman, namun kasus tersebut tidak tercatat sebagai penularan lokal di Eropa.

Wabah Ebola di Kongo diumumkan pada bulan lalu. Namun para ahli memperkirakan virus tersebut sebenarnya telah menyebar selama beberapa pekan sebelum wabah resmi diumumkan.

Hingga saat ini, lebih dari 1.000 orang dilaporkan terinfeksi Ebola di Kongo. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 260 orang meninggal dunia akibat penyakit mematikan tersebut.

Tak hanya Kongo, negara tetangganya, Uganda, juga melaporkan kasus Ebola. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 20 orang terinfeksi dan dua kematian telah dikonfirmasi di negara tersebut.

Meski demikian, otoritas kesehatan Prancis menegaskan risiko penyebaran kepada masyarakat umum sangat rendah. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga menilai risiko penyebaran ke negara-negara lain di dunia masih rendah.

"Tidak perlu panik," kata Tedros dalam keterangannya terkait perkembangan wabah tersebut, dikutip dari BBC, Kamis (25/6/2026).

Pemerintah Prancis kini tengah melakukan pelacakan kontak terhadap orang-orang yang kemungkinan pernah berinteraksi dengan dokter yang terinfeksi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran lebih lanjut.

Petugas kesehatan menjadi kelompok yang paling rentan terpapar Ebola karena sering berinteraksi langsung dengan pasien. Virus Ebola diketahui menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

WHO sebelumnya melaporkan bahwa dari 75 tenaga kesehatan yang terinfeksi Ebola di Kongo, sebanyak 17 orang meninggal dunia.

Wabah kali ini disebabkan oleh spesies virus Ebola Bundibugyo. Hingga saat ini belum tersedia vaksin yang secara khusus ditujukan untuk melawan jenis virus tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Prancis telah membentuk sistem pemantauan khusus bagi pekerja kemanusiaan dan relawan yang kembali dari DR Kongo. Pemerintah berharap deteksi dini dapat dilakukan untuk mencegah munculnya kasus tambahan.

Menurut data dari Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) dan otoritas kesehatan masyarakat Amerika Serikat, wabah Ebola yang sedang berlangsung saat ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Di Kongo, penyebaran kasus masih terkonsentrasi di provinsi Ituri, Kivu Selatan, dan Kivu Utara. Provinsi Ituri menjadi pusat penularan utama dengan lebih dari 90 persen kasus terkonfirmasi berasal dari wilayah tersebut.

WHO juga mengingatkan bahwa konflik bersenjata yang berlangsung di kawasan timur DR Kongo menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan wabah. Kelompok pemberontak M23 dilaporkan masih menguasai sebagian wilayah Kivu Utara dan Kivu Selatan, sehingga menyulitkan akses tenaga medis dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Topik Menarik