Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang

Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang

Terkini | inews | Kamis, 25 Juni 2026 - 15:59
share

KARAKAS, iNews.id - Dua gempa bumi dahsyat, bermagnitudo 7,2 dan 7,5, mengguncang Venezuela, Rabu (24/6/2026) pukul 18.04 waktu setempat. Kedua gempa tersebut bertitik pusat di darat, sekitar 284 km dari Ibu Kota Karakas.

Presiden Venezuela Delcy Rodríguez, dalam pernyataan resmi pertama pasca-gempa, mengumumkan 32 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya luka. Jumlah korban sangat mungkin bertambah.

Sementara itu Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) membuat pemodelan potensi kerusakan ekonomi dan korban jiwa di beberapa wilayah terdampak. USGS memperkirakan potensi korban jiwa antara 10.000 hingga 100.000 orang.

Ini bukan angka pasti jumlah korban tewas, mungkin bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

USGS mengeluarkan angka tersebut untuk membantu petugas tanggap darurat, lembaga pemerintah, dan media massa memahami seberapa signifikan potensi peristiwa ini dan mengerahkan sumber daya secara efektif. Badan tersebut menggunakan sistem PAGER untuk menemukan angka itu.

Dua guncangan kuat tersebut menyebabkan banyak bangunan retak, rusak parah, bahkan ambruk di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Karakas.

Menurut USGS, gempa pertama berkekuatan M7,2 terjadi di Negara Bagian Carabobo, sekitar 284 kilometer dari Ibu Kota Karakas. Tak sanpai 1 menit kemudian, gempa yang lebih kuat, M7,5, mengguncang lokasi yang tidak jauh dari pusat gempa pertama.

Dua gempa besar tersebut sempat memicu peringatan tsunami. Namun otoritas terkait mencabut peringatan itu beberapa jam kemudian setelah kondisi dinilai tidak lagi mengancam.

USGS juga memperingatkan risiko signifikan terjadinya tanah longsor dan likuifaksi. Likuifaksi merupakan fenomena pergeseran sedimen akibat guncangan gempa yang dapat menyebabkan permukaan tanah kehilangan kekuatannya dan bergerak seperti cairan.

Topik Menarik