Berat Badan Ingin Cepat Turun Tanpa Olahraga Berat, Manfaatkan Zona Bakar Lemak di Pagi Hari
JAKARTA, iNews.id - Menurunkan berat badan sering kali identik dengan olahraga berat dan jadwal latihan yang ketat. Padahal, menurut binaragawan sekaligus influencer kesehatan, Ade Rai, ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu proses pembakaran lemak tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran.
Ade Rai mengungkapkan setiap orang sebenarnya memiliki kesempatan untuk membakar lemak secara alami setiap pagi. Momen tersebut terjadi setelah tubuh beristirahat selama 6 hingga 8 jam dan mulai kehabisan sumber energi dari makanan yang dikonsumsi sebelumnya.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Ade Rai menyarankan agar seseorang langsung bergerak setelah bangun tidur. Aktivitas sederhana pada pagi hari dinilai mampu membantu tubuh memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi.
“Jadi sekali lagi nomor satu, saya izin kalau berkenan, teman-teman, kalau boleh langsung gerak aktivitas,” kata Ade Rai, dikutip Kamis (25/6/2026).
Dia menjelaskan, tubuh tetap bekerja selama tidur, termasuk mencerna makanan yang dikonsumsi sebelum beristirahat. Proses tersebut biasanya berlangsung selama 4 hingga 6 jam sebelum tubuh beralih menggunakan cadangan energi lain.
“Alasannya yang sering saya katakan, kita tidur antara 6 sampai 8 jam. Meskipun kita sebelum tidur itu kita makan, badan kita itu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 4 sampai 6 jam tuh untuk mencerna makanan dan akhirnya menggunakan cadangan makanan lain untuk memberikan kita tenaga dan makanya kenapa kita bangun pasti alasannya karena badannya bilang, ‘Sudah kosong energinya dan saya minta makan’,” ujarnya.
Menurut Ade Rai, rasa lapar yang muncul saat bangun tidur bukan hanya karena perut kosong. Kondisi tersebut juga dipengaruhi hormon kortisol yang umumnya meningkat pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 08.00.
Namun, kondisi itulah yang disebutnya sebagai "zona bakar lemak". Saat tubuh membutuhkan energi tetapi belum mendapatkan asupan makanan baru, cadangan lemak akan digunakan untuk menunjang aktivitas.
“Sebenarnya teman-teman sekalian, setiap hari kita dipersembahkan yang namanya zona bakar lemak. Di mana badan kita berikan kesempatan untuk menggunakan kecerdasannya menggunakan alternatif sumber energi lain dari lemak sebagai cadangan energi kita. Makanya pagi bangun langsung gerak,” kata Ade Rai.
Dia menegaskan aktivitas fisik yang dilakukan tidak harus berupa olahraga berat. Kegiatan sehari-hari seperti membereskan rumah, mencuci piring, mencuci kendaraan, berjalan kaki, hingga memulai pekerjaan kantor dapat membantu tubuh tetap aktif dan memaksimalkan pembakaran lemak.
“Kalau seandainya di kurun waktu di sekitar di jam 8-an gitu ya, jam 7 jam 8 habis aktivitas gerak tadi, gerak itu bisa berarti non-exercise activity thermogenesis. Seperti misalnya kayak mungkin cuci piring, beres-beres rumah, mungkin kalau yang cowok, ‘Oh saya mau cuci mobil’ atau bahkan mau langsung aktivitas apa gitu ya, atau mau meeting atau apa silakan saja,” ucap dia.
Ade Rai juga meluruskan anggapan bahwa metode tersebut berarti melewatkan sarapan. Dia menegaskan sarapan tetap bisa dilakukan setelah aktivitas pagi selesai.
Menurutnya, pemilihan menu sarapan juga perlu diperhatikan agar proses pembakaran lemak tidak terganggu. Ade Rai menyarankan konsumsi makanan tinggi protein dan lemak sehat dibandingkan makanan tinggi karbohidrat.
Dia menilai makanan berkarbohidrat dapat memicu lonjakan gula darah yang membuat energi cepat naik dan turun. Kondisi itu berpotensi membuat seseorang kembali merasa lapar dalam waktu singkat.
“Nah, atau tentunya olahraga ya. Nah, kalau habis olahraga atau mau masukin makanan, masukinnya hanya protein dan lemak saja, karena apa? Jawabannya adalah karena protein dan lemak yang tidak memberikan yang namanya lonjakan gula darah yang terlalu drastis dan tinggi, yang menyebabkan terjadinya roller coaster energi yang saya sering bilang,” ujar Ade Rai.
Memanfaatkan zona bakar lemak pada pagi hari, masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi tetap dapat menjalankan program penurunan berat badan tanpa harus bergantung pada olahraga berat. Kuncinya adalah membiasakan tubuh untuk aktif bergerak sesaat setelah bangun tidur sebelum mengonsumsi makanan.










