Diduga Cemburu, Oknum Polisi Kejar dan Tabrak Honda CRV Berulang Kali di Medan
MEDAN, iNews.id – Aksi kejar-kejaran menegangkan antara mobil Toyota Innova Reborn dan Honda CRV di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, mendadak viral di media sosial. Belakangan terungkap, pengemudi Innova tersebut merupakan seorang anggota polisi berinisial Bripda HSR yang berdinas di Polres Tapanuli Selatan. Ia nekat melakukan aksi berbahaya tersebut karena menduga istrinya sedang berada di dalam mobil CRV bersama pria lain.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas, Bripda HSR secara brutal sengaja menabrakkan mobilnya ke arah mobil CRV tersebut berulang kali.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Ferry Wilantukan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari pengemudi CRV berinisial LH sejak 8 Juni lalu. Berdasarkan keterangan pelapor, insiden mencekam itu terjadi pada 28 Mei 2026 sekitar pukul 06.43 WIB.
“Ya benar, terlapor dari jajaran polres wilayah,” kata Ferry kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2026).
"Anggota kami inisial HSR, melakukan tabrak belakang terhadap mobil pelapor inisial LH di daerah Medan Johor," imbuhnya.
Aksi nekat oknum polisi ini bermula saat HSR menerima informasi bahwa sang istri tengah bepergian bersama LH. Terbakar api cemburu, HSR langsung memburu mobil CRV tersebut dan mengemudikan kendaraannya secara ugal-ugalan di jalan raya hingga tiba di sebuah persimpangan.
“Jadi terlapor dengan motif cemburu melakukan pengejaran dan akhirnya menemukan kendaraan pelapor inisial LH yang menggunakan CRV. Ia lalu menabraknya,” sebut Ferry.
Insiden kejar-kejaran itu terjadi saat kondisi lalu lintas sedang ramai oleh pengendara lain, sehingga sontak menjadi tontonan dramatis warga di lokasi kejadian. Tanpa memedulikan keselamatan publik, HSR terus mengejar mobil CRV milik LH dan menghantamnya berulang kali dari arah belakang serta samping.
Akibat benturan keras dari aksi ugal-ugalan tersebut, dampak kecelakaan meluas hingga mengenai pengguna jalan lain. Sebuah mobil angkutan umum (angkot) yang berada di lokasi ikut terhantam keras, bahkan sampai terseret ke belakang akibat laju mobil yang tidak terkendali.
Tragisnya, setelah melakukan tindakan anarkis yang membahayakan banyak nyawa dan merusak fasilitas publik, hasil penyelidikan kepolisian justru menunjukkan fakta yang mengejutkan. Dugaan perselingkuhan yang memicu emosi pelaku ternyata tidak terbukti.
“Ternyata hasil pemeriksaannya, yang sedang bersama LH di dalam mobil CRV bukan istri yang bersangkutan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut.










