Prabowo Terima Usulan Para Rektor, Laba BUMN Dibagi untuk Riset dan Inovasi
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menyambut usulan para rektor dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI). Para akademisi mengusulkan agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk mendanai riset dan inovasi.
Menurut Prabowo, gagasan tersebut dapat dijalankan seiring membaiknya kinerja BUMN di bawah pengelolaan Danantara. Mulanya, Prabowo menyampaikan salah satu usulan dari peserta yang hadir. Dia mengatakan, usulan tersebut merupakan masukan yang baik dan akan ditindaklanjuti pemerintah.
“Tadi juga usul sektor industri, biaya riset, diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan untuk riset ya, inovasi. Ini bagus usul, masalahnya BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada. Terima kasih Danantara mana itu? Ya terima kasih,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian berkelakar mengenai penampilan para pejabat Danantara. Menurutnya, penampilan mereka kian mengalami perubahan karena bekerja keras membangun badan bentukannya tersebut.
“Nah itu kan sudah mulai botak terus itu. Terima kasih satu tahun ini sudah mulai ada laba ya,” ucapnya.
Presiden menjelaskan, pemerintah saat ini tengah membenahi tata kelola BUMN agar lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Dia menilai langkah penataan tersebut dilakukan dengan mengurangi jumlah BUMN yang dinilai tidak efektif.
Dari sekitar 1.000 BUMN yang pernah ada, pemerintah telah menutup lebih dari 200 perusahaan. Ke depan, jumlah BUMN ditargetkan tersisa sekitar 250 perusahaan.
“Dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 250 lah ya,” katanya.
Prabowo menilai penyederhanaan jumlah BUMN diperlukan untuk memangkas beban organisasi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara.
“Bayangkan lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali sepuluh. Overhead-nya (pengeluaran) kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead,” katanya.










