Roy Suryo Protes Penyidik Masuk Kamar Tidur saat Penangkapan: Benar-Benar Tak Sopan

Roy Suryo Protes Penyidik Masuk Kamar Tidur saat Penangkapan: Benar-Benar Tak Sopan

Terkini | inews | Senin, 29 Juni 2026 - 11:56
share

JAKARTA, iNews.id - Roy Suryo keberatan dengan cara penyidik Polda Metro Jaya menangkap dirinya terkait kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Dia menceritakan, penyidik masuk ke dalam rumah hingga ke kamar tidur tanpa prosedur yang semestinya.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Roy mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia menilai proses penangkapan yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026) melanggar hukum dan hak asasi manusia.

"Apa yang kami praperadilankan adalah hal-hal yang memang tidak patut, tidak layak, dan melanggar hak asasi manusia, melanggar hukum juga, kejadian yang terjadi pada hari Jumat, tanggal 19 Juni tahun 2026 lalu," ujar Roy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Roy menyebut, dalam proses penangkapan tidak ada pemberitahuan kepada Ketua RT maupun Ketua RW setempat.

"Diketahui oleh RT, RW setempat, ini sama sekali nggak ada. Sudah confirm RT, RW setempat tidak mengetahui ada peristiwa itu," katanya.

Dia mengaku, petugas keamanan kompleks sempat meminta izin dengan sopan. Namun, menurut Roy, penyidik justru langsung masuk ke dalam rumah hingga ke kamar tidurnya.

"Satpam itu sangat sopan, tidak masuk ke dalam rumah, hanya di luar, dan merekalah yang sebenarnya minta izin. Tapi tiba-tiba para penyidik itu langsung masuk, langsung naik, bahkan langsung masuk kamar tidur. Ini benar-benar tidak sopan," katanya.

Roy juga mengaku tidak dapat mengenali para penyidik karena seluruhnya mengenakan penutup wajah. Dia hanya mengenali suara seorang perwira berpangkat Iptu berinisial R dan seorang penyidik berinisial A.

"Jadi tidak kelihatan siapa, untung saya mengenali suaranya yang ada, yaitu suara berpangkat Iptu inisialnya R, dan salah seorang penyidik berinisial A. Untung saya kenal itu, kalau nggak, saya akan marah betul," katanya.

Selain itu, Roy mengeklaim dirinya tidak diberi kesempatan berganti pakaian maupun mandi sebelum dibawa petugas. Dia bahkan membandingkan pengalaman tersebut dengan adegan penangkapan dalam film Pengkhianatan G30S/PKI.

"Jadi, adegannya memang tidak berlebihan kalau saya katakan benar-benar seperti film Pengkhianatan G30S/PKI, ya. Karena saya tidak boleh berganti pakaian, tidak boleh makan, tidak boleh minum, mandi saja juga sudah nggak boleh, cuci muka saja hampir nggak boleh. Untung di bawah itu ada dapur sehingga saya sempat cuci muka," kata Roy lagi.

Topik Menarik