Wonderwall Jadi Lagu Sakral Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Ikatan Emosi Fans dan Pemain Makin Kuat

Wonderwall Jadi Lagu Sakral Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Ikatan Emosi Fans dan Pemain Makin Kuat

Olahraga | inews | Kamis, 2 Juli 2026 - 13:30
share

ATLANTA, iNews.id – Wonderwall kini menjadi lagu sakral Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang mengikat emosi pemain dan fans setelah kemenangan comeback 2-1 atas Kongo.

Momen kebersamaan itu kembali terjadi di Atlanta ketika pemain dan suporter Inggris menyanyikan lagu ikonik Oasis usai pertandingan, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB, menciptakan suasana emosional yang terus berulang sepanjang turnamen.


Wonderwall Jadi Simbol Emosi Inggris di Piala Dunia 2026

Inggris yang sudah menanti gelar Piala Dunia sejak 1966 kini menemukan bentuk kebersamaan baru melalui lagu “Wonderwall” yang dirilis Oasis pada 1995. Lagu ini berkembang menjadi simbol harapan dan koneksi emosional antara pemain dan fans.

Setiap kemenangan Inggris selalu diiringi nyanyian massal di stadion, termasuk setelah kemenangan 2-1 atas Kongo di Atlanta. Tradisi ini semakin kuat dari laga ke laga dan menjadi identitas baru tim.

Harry Kane, yang mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, mengaku momen selebrasi bersama fans menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam kariernya.

“Itu salah satu momen favorit saya saat memakai seragam Inggris,” ujar Kane setelah kemenangan 4-2 atas Kroasia di Dallas, dikutip dari FIFA.com. 

“Koneksi emosional dengan fans sangat terasa. Kami melihat betapa besar arti ini bagi mereka, dan kami juga merasakannya.”

Kane bahkan terlihat mengajak rekan setimnya untuk mendekat ke tribune setelah laga berakhir, meminta mereka ikut bernyanyi bersama fans tanpa terpengaruh hasil pertandingan yang berat.

“Itu luar biasa,” ucap Kane dalam momen pasca pertandingan tersebut.


Harry Kane dan “Wonderwall” yang Hidupkan Stadion

Bek Inggris Nico O’Reilly juga merasakan dampak besar dari tradisi ini. Dia menilai momen bernyanyi bersama fans memberi energi tambahan bagi tim.

“Tidak peduli siapa lawannya, kami harus merayakan. Itu memberi kami dorongan besar untuk bernyanyi bersama fans,” kata O’Reilly.

Dukungan terhadap “Wonderwall” juga datang dari Noel Gallagher, personel Oasis. Dia menyebut lagu itu telah menjadi milik publik dan berkembang menjadi momen spesial antara pemain dan fans.

“Wonderwall milik semua orang, dan itu menjadi momen magis antara fans dan pemain,” ujar Noel Gallagher.

Sementara itu, Liam Gallagher juga ikut merayakan kemenangan Inggris dengan unggahan singkat: “Come on England dan Wonderwall.”

Secara makna, lirik “Wonderwall” menggambarkan seseorang yang kehilangan semangat hidup, namun tetap memiliki keyakinan di dalam dirinya. Hal ini sejalan dengan perjalanan panjang Inggris yang sudah 60 tahun menunggu gelar dunia.

Lagu ini bahkan awalnya disebut akan diberi judul “Wishing Stone” sebelum akhirnya dirilis sebagai “Wonderwall”, yang sejak awal sudah dikaitkan dengan harapan dan penyelamat.

Bagi Inggris, sosok “penyelamat” itu kini disebut berada pada diri Harry Kane. Akun resmi tim nasional Inggris bahkan menampilkan foto Kane dengan kutipan lirik, “Karena mungkin kamu akan menjadi orang yang menyelamatkanku.”

Kane sendiri kini tercatat sebagai top skor Inggris di Piala Dunia dengan 13 gol dan kembali menjadi penentu kemenangan tim. Di tengah euforia “Wonderwall”, dia kini disebut sebagai simbol harapan baru dan figur yang menghidupkan mimpi Inggris di Piala Dunia 2026.

Topik Menarik