Menteri LH Ajak Pramono Garap Perdagangan Karbon Bantargebang: Potensinya Ratusan Miliar Rupiah!

Menteri LH Ajak Pramono Garap Perdagangan Karbon Bantargebang: Potensinya Ratusan Miliar Rupiah!

Terkini | inews | Minggu, 5 Juli 2026 - 04:01
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, mengungkap potensi besar perdagangan karbon dari pengelolaan gas metana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurutnya, pengurangan emisi metana di kawasan tersebut dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga ratusan miliar rupiah melalui skema kredit karbon.

Hal itu disampaikan Jumhur saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme Dalil Baru untuk Gen Z di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (4/7/2026). Menurut Jumhur apabila emisi gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah dapat ditekan atau dihilangkan, maka akan tercipta nilai ekonomi yang besar melalui skema kredit karbon.

Paparan itu dia sampaikan langsung di hadapan Gubernur Jakarta Pramono Anung.

"Nah, karena itu nanti Pak Pram (Pramono Anung), kita mau bikin regulasi kalau ada perdagangan karbon di atas hutan, atau bisa juga begini, kayak misalnya Bantargebang. Bantargebang itu Pak Pram, kalau Pak Pram bisa menghilangkan gas metana yang jahatnya 32 kali dari CO2, begitu dihilangkan, langsung nol, itu bisa ratusan miliar harganya," kata dia.

Jumhur menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar memperoleh manfaat ekonomi dari perdagangan karbon karena perannya sebagai pemasok oksigen dunia melalui kawasan hutan yang dimiliki.

Dia mengatakan, selama ini perdagangan karbon umumnya hanya menitikberatkan pada aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Namun, menurutnya, Indonesia perlu menambahkan aspek kesejahteraan dalam skema tersebut.

"Nah, dalam isu perdagangan karbon, hanya ada aksi mitigasi dan aksi adaptasi. Jadi kalau ada perubahan iklim, nggak boleh ada orang celaka gitu, kemudian orang harus beradaptasi terhadap perubahan itu. Saya kepikiran, di negara Pancasila kita tambah satu: mitigasi, adaptasi, dan prosperity," ujarnya.

Menurut Jumhur, dana yang dihasilkan dari perdagangan karbon seharusnya tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

"Nah, saya ingin uang-uang ini tidak dimanfaatkan oleh hanya kalangan elite, tapi bagaimana kaum marhaen yang ada di sana gitu, bisa ikut berbahagia," ujarnya.

Dia menambahkan, potensi perdagangan karbon di Indonesia secara keseluruhan mencapai ribuan hingga belasan ribu triliun rupiah dan diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Topik Menarik