Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?
TEL AVIV, iNews.id - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir batal menghadiri pertemuan kepala-kepala kepolisian internasional di Markas Besar PBB, New York, pekan ini. Pembatalan kehadirannya terkait seruan penangkapan menteri radikal sayap kanan itu atas tuduhan kejahatan perang di Palestina.
Kantor Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel belum mengonfirmasi pembatalan kunjungan tersebut, namun media-media lokal, mengutip keterangan para pejabat, melaporkan Ben Gvir menyatakan tidak akan hadir.
Sebelumnya surat kabar Haaretz, mengutip pejabat kementerian, melaporkan keputusan tersebut dibuat menyusul rencana demonstrasi besar-besaran di New York menentang kunjungan Ben Gvir. Selain itu muncul seruan terus-menerus dari kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) kepada penegak hukum di negara-negara terkait untuk menangkapnya.
Kelompok advokasi hak-hak Palestina yang berbasis di Belgia, Yayasan Hind Rajab, mendesak otoritas AS untuk menangkap dan menuntut Ben Gvir atas kebijakan penangkapan warga Palestina.
Yayasan Hind Rajab, merujuk pada nama bocah perempuan Gaza yang dibunuh secara keji oleh pasukan Israel bersama keluarganya, gencar mengajukan kasus hukum terhadap tentara dan pejabat Israel yang sedang melancong ke negara lain.
Yayasan Hind Rajab bersama lembaga HAM Pusat Hak Konstitusional yang berbasis di New York mengajukan pengaduan kepada Departemen Kehakiman AS dan mendesak Jaksa New York Letitia James untuk meluncurkan penyelidikan terhadap Ben Gvir jika dia menginjakkan kaki di wilayah hukumnya.
"(Ben Gvir) Menggunakan wewenangnya untuk memberlakukan kebijakan penyiksaan sistematis, pembunuhan, pelecehan, dan pengusiran paksa, khususnya di dalam Lembaga Pemasyarakatan Israel, yang berada di bawah pengawasannya," bunyi pernyataan Yayasan Hind Rajab, dikutip Senin (6/7/2026).
Kelompok HAM berpendapat Jaksa James memiliki wewenang untuk menyelidiki Ben Gvir karena sejumlah penduduk New York telah dirugikan oleh perilaku kriminal menteri Israel tersebut dan karena yang bersangkutan mungkin terlibat dalam perilaku kriminal saat berada di New York.
Mereka mengutip 11 kasus yang melibatkan penduduk New York, termasuk 10 orang aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) untuk misi kemanusiaan Gaza dalam 2 tahun terakhir yang mengalami penyiksaan dan pelecehan selama berada dalam penahanan Israel.
Laporan pengaduan itu juga merujuk pada seorang warga Palestina-Amerika yang mengalami kelaparan dan penyiksaan selama ditahan di penjara Israel.
Ini merupakan kali kedua Ben Gvir membatalkan perjalanan ke AS dalam sebulan. Sebelumnya dia juga membatalkan kunjungan pribadi pada Juni setelah kesulitan mendapatkan visa.










