Imigrasi Deportasi 92 WN China gegara Penipuan Investasi di Batam, Dicekal Seumur Hidup

Imigrasi Deportasi 92 WN China gegara Penipuan Investasi di Batam, Dicekal Seumur Hidup

Terkini | inews | Senin, 6 Juli 2026 - 17:37
share

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi melakukan deportasi massal terhadap 92 warga negara (WN) China sindikat pelaku penipuan investasi di Batam. Puluhan WNA tersebut juga masuk dalam daftar penangkalan seumur hidup masuk Indonesia.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko menjelaskan, deportasi ini merupakan permintaan resmi otoritas Republik Rakyat China melalui Kementerian Keamanan Publik. Pemerintah China juga memfasilitasi penuh pemulangan 92 orang itu dengan mengirimkan tim penjemputan khusus, serta menanggung seluruh biaya akomodasi dan operasional deportasi.

"Tindakan deportasi dan penangkalan seumur hidup ini kami harapkan dapat memberi efek jera dan membuat pelaku kejahatan asing lainnya mengurungkan niat untuk berkegiatan di Indonesia," ujar Hendarsam dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Hendarsam menegaskan, proses hukum bagi 92 orang itu diserahkan kepada otoritas China agar dapat dijatuhi hukuman yang berat, sekaligus biaya peradilan yang timbul dapat ditanggung.

"Kami tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi warga asing yang mengganggu ketertiban dan keamanan di Indonesia," tuturnya.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih P Kartika Perdhana mengatakan, deportasi dilakukan menggunakan maskapai China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ2988 tujuan Guangzhou, China melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (5/7/2026) dini hari.

Galih menjelaskan, pihaknya menerapkan standard operating procedure (SOP) kontingensi demi menjaga situasi tetap kondusif. Seluruh proses pemulangan ini dipastikan tidak menggafggu alur pelayanan penumpang reguler.

"Kami menerapkan mekanisme pemeriksaan keimigrasian secara khusus dan terpisah, mulai dari verifikasi identitas biometrik hingga pengawalan ke pintu pesawat. Pola ini kami rancang agar proses pemulangan 92 deteni berjalan lancar tanpa mengganggu alur pelayanan penumpang reguler," kata Galih.

Topik Menarik