Ketua Banggar DPR Sebut Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memastikan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) turun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Bujet program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditaksir berjumlah Rp174 triliun.
"Kalau MBG, pasti turun," ucap Ketua Banggar DPR, Said Abdullah di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Said menambahkan, penurunan itu disesuaikan dengan jumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 21.0000 titik dan penerima manfaat program tersebut.
"Kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Oke, satu. Kemudian yang kedua, kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita," kata dia.
"Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp 174 triliun," tuturnya.
Bungkus Rokok Diseragamkan Dinilai Tak Akan Efektif, Pengamat Usul Perokok Tak Ditanggung BPJS
Berdasarkan perhitungan tersebut, penurunan dari Rp268 triliun menjadi Rp174 triliun berarti berkurang sekitar Rp94 triliun atau sekitar 35 persen dari alokasi sebelumnya.
Meski demikian, Said mengatakan, adanya penyesuaian anggaran Program MBG tidak boleh mengorbankan kualitas layanan yang diterima oleh penerima manfaat.
Menurutnya, fokus utama pemerintah dan DPR bukan semata pada besaran anggaran, melainkan memastikan tata kelola program berjalan baik serta kualitas gizi yang diterima anak-anak tetap terjaga.
"MBG itu jangan sebentar-sebentar yang bombastis anggarannya sedemikian rupa. Tapi ketika turun, "Lah, kok turun?" Bukan. Tapi yang penting menjaga kualitas, yang pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga," ujar legislator PDIP itu.










