Hashim: Terus Terang Banyak Program Pemerintah Tujuannya Mulia, Implementasi Kurang Baik

Hashim: Terus Terang Banyak Program Pemerintah Tujuannya Mulia, Implementasi Kurang Baik

Terkini | inews | Senin, 6 Juli 2026 - 23:45
share

JAKARTA, iNews.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkap tidak semua program pemerintah dapat berjalan sesuai harapan. Menurutnya, tantangan terbesar sering kali berada pada tahap implementasi.

Hal itu diungkapkan Hashim saat peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non-Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK), di Kemenhut, Jakarta Senin (6/7/2026). 

“Terus terang saja banyak program-program pemerintah Prabowo Gibran, tujuannya mulia, bagus sekali tujuannya, tapi kita harus akui beberapa program terhalangi dengan implementasi. Kerja nyata bagus, tujuan mulia, tapi implementasinya kurang baik,” kata Hashim.

Kendati demikian, adik Presiden Prabowo Subianto itu menilai program perdagangan karbon kehutanan justru menjadi program yang cepat dan sempurna. Dia menjelaskan keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan yang bekerja dalam satu ekosistem.

“Program ini yang paling cepat dan saya bisa katakan program ini yang sempurna, tidak ada cacat. Luar biasa,” ujar dia.

“Program ini lintas departemen, lintas kementerian, lintas lembaga, lintas sektoral, dan ini yang paling berhasil. Luar biasa ini, kita berbangga,” lanjutnya.

Hashim secara khusus mengapresiasi Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang dinilai mampu mengakselerasi implementasi perdagangan karbon hingga menghasilkan proyek yang siap diperdagangkan. Dengan demikian menurutnya, pada tanggal 9 Juli mendatang launching SRUK (Sistem Registri Unit Karbon) perdagangan karbon di sektor kehutanan dapat langsung berjalan.

“Pak Raja Juli luar biasa. Hari Kamis tidak omon-omon, sudah ada yang bisa diperdagangkan. Kamis depan ini luar biasa. Ini kita berbangga,” kata dia.

Peluncuran perdagangan karbon kehutanan melalui skema Non-Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca menandai dimulainya perdagangan karbon pada proyek-proyek yang telah memenuhi persyaratan. Implementasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan pasar karbon Indonesia sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.

Topik Menarik